Notification

×

Iklan

Jokowi Heran Polisi Sowan ke Ormas Biang Ribut: Jangan Gadaikan Kewibawaan

Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:22 WIB Last Updated 2021-12-04T02:27:39Z
Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran dengan kebiasaan para kapolda dan kapolres sowan ke sesepuh ormas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejumlah sentilan ke Polri saat memberikan pengarahan di acara Apel Kasatwil Polri 2021.

Salah satu sentilannya ditujukan untuk para kepala kepolisian daerah (kapolda) dan kepala kepolisian resor (kapolres) yang suka sowan ke organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kerap membuat keributan.

Jokowi mengaku heran dengan kebiasaan para kapolda dan kapolres sowan ke sesepuh ormas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dia pun membeberkan alasan kapolda dan kapolres melakukan hal itu.

"Saya kadang-kadang, saya sudah lama sekali ingin menyampaikan. Ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Bener ini?," kata Jokowi di lokasi Apel Kasatwil Polri 2021, Bali, Jumat (3/12/2021).

"Saya tanya ke kapolres, 'Kenapa bapak melakukan ini?', (jawab kapolres), 'Supaya kotanya kondusif'. Tapi apakah cara itu betul?," ucap Jokowi.

Jokowi mengingatkan para polisi agar tak menggadaikan kewibawaan. Jokowi menegaskan Polri memiliki wibawa yang harus dijaga.

"Hati-hati, jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan," tutur Jokowi.

Perintah Lindungi Rakyat Kecil

Jokowi kemudian menegaskan justru rakyat kecil yang perlu dirangkul dan dilindungi. Jokowi menyatakan sekecil apapun masalah warga, meski dapat ditangani di tingkat kepolisian sektor (polsek), tetap menjadi tanggung jawab kapolres.

"Yang biasanya terpinggirkan dalam hukum, hati-hati urusan pedagang kecil. Lindungi. saya kalau baca itu betul-betul. Itu menjadi sebuah persepsi loh, hati-hati loh ya," tutur Jokowi.

"Kecil-kecil seperti itu. Itu kecil-kecil, itu mungkin urusannya bukan kapolres, kapolsek, tapi hati-hati tetap tanggung jawab kapolres, tetap tanggung jawab kapolda, yang kecil-kecil seperti ini," imbuh dia.

Jokowi tidak ingin ada anggapan penegakan hukum mendiskriminasi masyarakat yang lemah. Jokowi memerintahkan Polri terus menjaga kepercayaan masyarakat.

"Apalagi kalau sudah dicap diskriminasi terhadap yang lemah, hati-hati. Hati-hati, karena terakhir karena posisi Polri sekarang ini pada posisi 3 besar yang dipercaya oleh masyarakat. Jadi titipan saya itu," ujar Jokowi.

"Hati-hati dipercaya, itu tidak mudah. Yang kecil-kecil itu diperhatikan. Angka 80 persen itu angka yang sangat besar sekali. Survei baru 3 hari yang lalu saya terima. Hati-hati kepercayaan ini, hati-hati. Tinggi sekali. Naiknya tinggi sekali, tapi hati-hati," sambung Jokowi.

Tanggapan Polri

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Polri akan terus menjaga marwah institusi. Karena itu, Polri tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara profesional.

"Untuk itu, Polri tetap harus menjaga marwah organisasi dan tidak segan-segan untuk melaksanakan penegakan secara profesional dan proporsional," kata Dedi saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Dedi mengatakan Polri ke depannya akan lebih menekankan kepada para jajaran agar tidak sowan ke sesepuh ormas. Selain itu, jajaran Polri diminta tidak ragu menegakkan hukum secara profesional.

"Ya inti seperti (menekankan agar tidak sowan ke sesepuh ormas) itu. Agar jangan ragu-ragu melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional," tutur Dedi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update