Notification

×

Iklan

Kompolnas Dukung Jokowi yang Minta Polisi Tak Sowan ke Ormas Sering Ribut

Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:39 WIB Last Updated 2021-12-04T02:43:03Z
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil Kapolda dan Kapolres yang baru dilantik malah sowan ke sesepuh ormas yang sering ribut. Kompolnas mendukung arahan Jokowi dan meminta Kapolda dan Kapolres tak sowan ke sesepuh ormas yang sering bikin ribut.

"Kami sangat mendukung arahan Presiden agar seluruh Kapolda dan Kapolres ketika baru dilantik tidak sowan-sowan ke sesepuh ormas-ormas yang sering ribut. Arahan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Poengky mengatakan Polri memiliki tugas melayani masyarakat serta menegakkan hukum menjaga keamanan serta ketertiban. Menurutnya, langkah Kapolda ataupun Kapolres yang sowan ke sesepuh ormas pembuat keributan malah kontraproduktif dengan tugas polisi.

"Polri bertugas melayani, melindungi, mengayomi masyarakat dan menegakkan hukum untuk mewujudkan harkamtibmas, sehingga akan kontraproduktif jika Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang sering membuat ribut," kata Poengky.

"Masyarakat akan melihat polisi permisif dengan tindakan ormas yang sering membuat ribut dan wibawa polisi akan jatuh. Di sisi lain, dari kaca mata ormas yang sering ribut, polisi akan dianggap membiarkan tindakan mereka dan hal ini melemahkan upaya penegakan hukum," sambungnya.

Dia mengatakan polisi tak perlu sowan jika ingin merangkul ormas. Poengky mengatakan hal ini bisa dilakukan dengan cara lain.

"Jika alasannya ingin merangkul semua pihak untuk dapat menjaga harkamtibmas, tidak perlu dengan sowan. Undang semua pimpinan masyarakat untuk hadir dan ajak untuk bersama-sama menjaga harkamtibmas. Jadi clear di hadapan publik," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi meminta seluruh jajaran Polri menghormati kebebasan berpendapat masyarakat di Indonesia. Jokowi mengatakan kebebasan berpendapat merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara demokrasi.

"Kritik dipanggil. Mengkritik dipanggil. Kalau mengganggu ketertiban, iya silakan, tapi kalau nggak, jangan. Karena kita sudah menyatakan ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasinya, tapi ketegasan itu juga jangan hilang dari Polri. Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada kepala kesatuan wilayah tahun 2021 seperti dilihat dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Jokowi kemudian menyentil para kapolres dan kapolda baru yang sowan ke ke sesepuh ormas yang kerap membuat gaduh. Jokowi mewanti-mewanti Polri agar tidak menggadaikan kewibawaan. 

"Saya kadang-kadang, saya sudah lama sekali ingin menyampaikan ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Bener ini? Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? Supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan," ujar Jokowi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update