Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Dijewer dan Diusir, Pelatih Biliar Sumut Akan Laporkan Edy Rahmayadi ke Polisi

Rabu, 29 Desember 2021 | 06:29 WIB Last Updated 2021-12-29T02:33:37Z
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Pemberian Tali Asih Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (27/12/2021).

MEDAN (Kliik.id) - 
Pelatih Biliar dari Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumut Khairuddin Aritonang alias Coky berencana melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Polda Sumut, hari ini, Rabu (29/12/2021).

Laporan ini sebagai buntut dari perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Edy Rahmayadi kepada dirinya karena sudah menjewer dan mengusirnya pada acara Pemberian Tali Asih Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (27/12/2021).

"Saya akan membuat laporan ke Polda Sumut. Karena dia (Gubernur Sumut) sudah buat perbuatan tidak menyenangkan dengan cara menjewer dan memarahi saya di depan umum," ujar Coky saat dijumpai wartawan, Selasa (28/12/2021).

Coky mengaku dirinya sudah berkonsultasi dengan beberapa alumni fakultas hukum terkait masalah ini.

"Saya sudah diskusi dengan adik-adik alumni Hukum. Makanya sudah saya niatkan besok (Hari ini, red) buat laporan ke Polda. Semoga berjalan lancar dan diproses," katanya.

Coky berharap kepolisian dapat memproses laporannya nanti. Ia berharap Edy Rahmayadi tidak lagi bersikap arogan dengan adanya laporan tersebut.

"Mau sampai kapan dan sampai di mana, yang penting proses hukum berjalan. Jangan arogan kalau jadi pemimpin," pungkasnya.

Sebelumnya, pada acara Pemberian Tali Asih Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan, Edy Rahmayadi menunjuk seorang pria dan memintanya untuk ke depan. Edy melihat pria tersebut tertidur dan tidak tepuk tangan saat ia berbicara.

"Kamu kenapa tidak tepuk tangan? Kamu dari cabang olahraga apa?" tanya Edy.

"Bilyar pak," jawab pria tersebut.

Edy langsung bertanya kepada Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis apakah cabang olahraga bilyar dapat emas atau tidak. Edy sempat menjewer dan mengusir pria tersebut.

"Sumut butuh orang-orang yang benar-benar siap. Saya minta itu jangan dipakai lagi," katanya.

Mantan Pangkostrad ini menegaskan, Sumut membutuhkan orang-orang yang siap berjuang demi meraih prestasi yang terbaik. Terlebih pada tahun 2024, Sumut akan menjadi tuan rumah PON.

"Saya terpaksa berlakukan tegas. Apalagi dia seorang pelatih. Kita harus benar-benar siap," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update