Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Antibodi Hewan Ini Bisa Lawan Varian Omicron

Sabtu, 11 Desember 2021 | 08:05 WIB Last Updated 2021-12-11T01:28:44Z
Llama membawa secercah harapan ketika pada Agustus lalu, peneliti menemukan antibodi hewan ini bisa melawan virus Corona. Kini, ada kabar baik lagi dari studi ini. Antibodi llama disebut berpotensi melawan varian Omicron.
JAKARTA (Kliik.id) - 
Llama membawa secercah harapan ketika pada Agustus lalu, peneliti menemukan antibodi hewan ini bisa melawan virus Corona. Kini, ada kabar baik lagi dari studi ini. Antibodi llama disebut berpotensi melawan varian Omicron.

Michael P Rout dan Brian T Chait bersama timnya dari Seattle University menemukan potensi terapeutik dari kelas protein kekebalan yang tidak biasa, yaitu antibodi mini (nanobodi)yang berasal dari llama.

Nanobodi ini melawan beberapa varian virus Corona, termasuk Delta dan Omicron. Mereka berharap kombinasi nanobodi ini dapat dikembangkan menjadi pengobatan COVID-19 yang efektif terhadap varian saat ini dan masa depan.

Rout dan Chait di Seattle Children's Research Institute USA memilih repertoar lebih dari seratus nanobodi berdasarkan potensi dan kemampuan mereka untuk menargetkan berbagai bagian protein lonjakan (spike protein) SARS-CoV-2.

Diproduksi oleh llama yang diimunisasi, nanobodi terbukti menetralkan virus Corona asli dan beberapa variannya, termasuk Delta, dengan kemanjuran tinggi dalam tes laboratorium.

Dikutip dari Science Daily, Sabtu (11/12/2021) studi untuk menilai potensi mereka terhadap varian baru Omicron saat ini sedang berlangsung. Meski demikian, para peneliti optimistis bahwa varian Omicron pun bisa dikalahkan oleh nanobodi ini.

"Berdasarkan cara nanobodi ini mengikat virus, kami berharap banyak nanobodi akan tetap efektif untuk berbagai varian, bahkan mungkin melawan Omicron. Kami harus segera mendapatkan hasil itu," kata Rout.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa antibodi manusia adalah formasi chunky dari dua rantai protein. Tapi llama, unta, dan spesies lain dari keluarga Camelidae membuat antibodi yang hanya terdiri dari satu protein.

Untuk mendapatkan nanobodi, para peneliti mengambil sampel darah dari llama yang telah menerima dosis kecil protein virus Corona yang mirip dengan vaksin.

Mereka kemudian mengurutkan DNA yang sesuai dengan beragam nanobodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan llama dan mengekspresikan gen ini pada bakteri untuk menghasilkan sejumlah besar nanobodi untuk analisis laboratorium.

Nanobodi yang menunjukkan sifat yang diinginkan, kemudian dipilih dan diuji lebih lanjut untuk mengidentifikasi yang paling mampu menetralkan virus.

Lebih lanjut, para ilmuwan menjelaskan bahwa ukuran kecil nanobodi memungkinkan mereka untuk mengakses tempat-tempat yang sulit dijangkau virus SARS-CoV-2 yang mungkin tidak dapat diakses oleh antibodi yang lebih besar.

Ini juga memungkinkan para peneliti untuk menggabungkan nanobodi yang mampu mengenai bagian-bagian berbeda dari virus, dan meminimalkan peluangnya untuk melarikan diri.

"Salah satu hal paling menakjubkan yang kami amati dengan nanobodi ini adalah mereka menunjukkan sinergi yang luar biasa. Efek gabungannya jauh lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya," kata Chait.

Selain kecil dan gesit, nanobodi juga murah untuk diproduksi massal dalam ragi atau bakteri. Selain itu, nanobodi bersifat sangat stabil.

Kemampuan molekul-molekul ini untuk menahan suhu tinggi dan waktu penyimpanan yang lama, memungkinkannya dapat dikembangkan menjadi obat yang dapat diakses di seluruh dunia. (Detik)
×
Berita Terbaru Update