Notification

×

Iklan

Waspada, Malaysia Laporkan 2 Kasus Pertama Corona 'Delta Plus' AY.4.2!

Senin, 08 November 2021 | 11:25 WIB Last Updated 2021-11-08T07:30:14Z
Foto ilustrasi

JAKARTA (Kliik.id) - 
Malaysia melaporkan dua kasus pertama subvarian Delta AY.4.2, yang memicu peningkatan kasus di Inggris. Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham menyebut subvarian Delta AY.4.2 atau 'Delta Plus' terdeteksi dari dua siswa Malaysia yang baru saja kembali dari Inggris, 2 Oktober lalu.

"Kedua warga Malaysia itu tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober dan hasil RT-PCR pertama mereka negatif," tutur Noor Hisham, dikutip dari Nst News.

"Namun, tes kedua mereka yang dilakukan pada 7 Oktober selama masa karantina kembali positif," sambungnya.

Hasil whole genome sequencing (WGS) baru dirilis akhir bulan Oktober UKM Lembaga Biologi Molekuler Medis (UMBI-UKM). Meski begitu, Dr Noor Hisham menegaskan vaksin yang kini digunakan masih efektif melawan varian AY.4.2.

Lebih lanjut, menurutnya, strategi karantina dan testing COVID-19 saat kedatangan tentu membantu risiko penularan lebih luas di masyarakat terkait varian baru.

"Vaksin yang saat ini digunakan masih efektif melawan varian AY.4.2 dan tindakan seperti karantina dan pengujian dapat membantu mengurangi risiko penularan varian ini di Malaysia, terutama di titik masuk internasional," sambung dia.

Meski begitu, Kemenkes akan terus memantau apakah sebenarnya subvarian Delta AY.4.2 sudah menyebar luas di masyarakat. Akhir Oktober, varian AY.4.2, ditemukan pada 10 persen dari seluruh hasil WGS Inggris.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengklasifikasikan varian AY.4.2, yang memiliki dua mutasi genetik tambahan, Y145H dan A222V, sebagai Variant Under Investigation (VUI) pada 20 Oktober.

Ratusan pasien dirawat di ICU

Malaysia mencatat 4.343 kasus baru Minggu (7/11/2021), menurun tipis dibandingkan hari sebelumnya yaitu 4,701 kasus. Total akumulatif positif COVID-19 mencapai lebih dari 2,5 juta orang.

"554 kasus dirawat di Intensive Care Unit (ICU), dengan 518 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, dan 36 kasus suspek, kemungkinan, dan dalam penyelidikan," kata Noor Hisham.

"Ada 272 kasus yang memerlukan bantuan pernapasan, terdiri dari 212 kasus terkonfirmasi COVID-19 dan 60 lainnya suspek, probable, maupun dalam penyelidikan," katanya dalam keterangannya.

Dr Noor Hisham mengatakan tujuh klaster baru Corona dilaporkan, sehingga total klaster tercatat menjadi 5.806.

Ketujuh klaster tersebut terdiri dari tiga klaster tempat kerja, tiga klaster komunitas, dan satu klaster perguruan tinggi.

Klaster tempat kerja dilaporkan di Penang, Johor, dan Melaka; klaster komunitas di Kelantan, Johor, dan Sabah, dan klaster pendidikan tinggi di Melaka.

Hingga saat ini, ada 5.481 klaster, 325 klaster di antaranya masih aktif. (Detik)
×
Berita Terbaru Update