Notification

×

Iklan

Jalani Fit and Proper Test, Jenderal Andika Paparkan Visi 'TNI Adalah Kita'

Sabtu, 06 November 2021 | 11:35 WIB Last Updated 2021-11-06T04:49:04Z
Calon Panglima TNI terpilih Jenderal Andika Perkasa menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. (detikcom)

JAKARTA (Kliik.id) - 
Calon Panglima TNI terpilih Jenderal Andika Perkasa menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. Andika Perkasa menyampaikan visi utamanya sebagai Panglima TNI.

"Jadi, kalau berangkat dari vision statement, saya memilih TNI adalah kita. Memang sangat singkat sekali, tapi justru di sini saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional, untuk melihat TNI ini sebagai kita atau bagian dari mereka," kata Andika Perkasa saat menyampaikan visi-misi di ruang rapat Komisi I DPR RI, kompleks MPR/MPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Andika lantas menjelaskan maksud visi TNI adalah kita, yakni sebagai pandangan agar masyarakat tidak berharap terlalu tinggi. Menurutnya, TNI tetap sebagai organisasi dengan segala keterbatasan dan kelebihan.

"Ini sebetulnya menunjukkan bahwa kami tidak terlalu, saya tidak ingin orang melihat kita berharap terlalu tinggi. Karena apa? Karena kita dengan segala keterbatasan, dengan kelebihan, keanekaragaman semuanya, ya inilah kita," ucapnya.

Lebih lanjut Andika menyebut TNI selalu ingin bertindak secara profesional untuk masyarakat. Namun dia mengatakan TNI masih tetap sebagai organisasi yang apa adanya dengan segala kekurangan dan perbaikan yang terus dilakukan.

"Kita bisa saja ingin profesional, ingin lebih banyak lagi, tetapi itu kan proses yang terus kami bangun, tetapi juga saya ingin masyarakat kita, sesuai dengan pelajaran yang saya jalani waktu itu, yaitu public policy dan public administration, saya ingin masyarakat kita melihat TNI ini sebagai organisasi yang apa adanya. Dengan segala kekurangan dan perbaikan yang harus kami jalani," ujarnya.

Meski demikian, Andika memastikan kondisi TNI dengan segala kekurangan bukan berarti tidak bisa berbuat apa pun. Dia menekankan TNI tetap bisa berbuat banyak di tengah kekurangannya.

"Tapi juga bukan berarti bahwa kita dengan keadaan kita tidak bisa berbuat apa-apa, tetap banyak yang bisa kita lakukan karena memang sebagai orang yang punya keterbatasan pun kita pasti punya cara yang berbeda dalam mengejar apa yang harus kita selesaikan. Pasti bisa," tuturnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update