Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Pesan Sabam Sirait ke Keluarga Sebelum Meninggal: Jaga Selalu NKRI

Minggu, 03 Oktober 2021 | 21:15 WIB Last Updated 2021-10-03T15:18:23Z
Sabam Sirait (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Menantu Sabam Sirait, Putra Nababan, mengungkap sebuah pesan yang selalu disampaikan oleh mertuanya sebelum meninggal. Sabam selalu mengingatkan agar tetap menjaga keutuhan NKRI.

"Beliau selalu berpesan kepada kami agar selalu menjaga NKRI, menjaga kebinekaan itu yang selalu dipesankan kepada kami," ujar Putra kepada wartawan di lokasi persemayaman, gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (3/10/2021).

Putra juga mengungkap jika Sabam sangat mencintai Papua dan daerah-daerah terbelakang lainnya.

"Ya semoga kita sama-sama bisa menjalankan amanah dan tugas kita bersama dengan sungguh-sungguh. Terimakasih teman-teman. Salam buat semuanya ya," kata Putra.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama Putra juga menggambarkan sosok Sabam sebagai pribadi yang demokratis dan jenaka. Sosok demokratisnya ini dihadirkan oleh Sabam tak hanya di lingkungan pekerjaan tapi juga di rumah. 

"Jadi beliau itu betul-betul menyejukkan sosok yang demokratis, sosok yang jenaka ya," kata Putra.

"Bisa menyelesaikan masalah yang rumit sampai masalah yang tidak mungkin diselesaikan dengan cara-cara yang humoris dan juga cair," sambungnya.

Putra juga mengaku sangat kehilangan sosok Sabam Sirait yang bisa mencairkan suasana di rumah. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak MPR, DPR dan DPD RI atas persemayaman yang dilakukan di gedung Nusantara.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas persemayaman yang bisa dilakukan di gedung wakil rakyat ini atas nama MPR, DPR dan DPD itu adalah tiga lembaga yang pernah beliau menjadi anggotanya dan juga pengalaman beliau menjadi pimpinan MPR dua tahun lalu," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sabam Sirait meninggal dunia pada pukul 22.37 WIB, Rabu (29/9/2021). Sabam Sirait wafat pada usia 83 tahun. Sabam adalah politikus senior. Dia pernah menjabat Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973.

Dia juga menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tanggal 10 Januari 1973. (Detik)
×
Berita Terbaru Update