Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Dituding Disusupi PKI, Benny Rhamdani Minta TNI Seret Gatot Nurmantyo ke Ranah Hukum

Minggu, 03 Oktober 2021 | 21:42 WIB Last Updated 2021-10-03T15:28:21Z
Benny Rhamdani Ketua Barikade 98. Foto: Kilat.com
JAKARTA (Kliik.id) - Tudingan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) disusupi paham PKI (Partai Komunis Indonesia) mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan dan menjadi isu tahunan. Tudingan Gatot tersebut mendapatkan reaksi keras dari Ketua Barikade 98 Benny Rhamdani.

"Saya sepakat dengan pernyataan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurahman, bahwa tudingan tentang TNI telah disusupi paham PKI harus dipertanggungjawabkan oleh Gatot Nurmantyo," kata Benny Rhamdani dilansir dari Kilat.com, Minggu (3/10/2021).

Sebagaimana beredar luas oleh Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu melontarkan tudingan tentang disusupinya TNI oleh paham PKI.

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman meminta agar pernyataan Gatot yang menyebut TNI disusupi komunisme PKI agar dipertanggungjawabkan.

"Sekalipun Gatot adalah mantan Panglima TNI, tapi bukan berarti Gatot menjadi manusia yang kebal hukum. Semestinya GN (Gatot Nurmantyo) saat menjadi Panglima TNI menunjuk hidung siapa-siapa tokoh-tokoh PKI tersebut dan menangkap mereka untuk proses hukum," kata Benny Rhamdani.

Benny mempertanyakan fitnah yang disampaikan Gatot. Dia menyebut, pernyataan Gatot sarat dengan manuver politik karena dia tidak pernah menunjuk sosok PKI yang dimaksud, terlebih ketika menjadi Panglima TNI pada periode 2015-2017 lalu.

Tudingan Gatot, kata Benny, soal PKI di tubuh TNI adalah masalah serius. Selain bisa memunculkan ketidakpercayaan terhadap integritas TNI, persoalan ini bisa memicu kemarahan rakyat kepada TNI.

Walaupun tuduhan Gatot diyakini tidak benar, tapi motif Gatot untuk melemparkan tuduhan serius ini, seharusnya harusnya mendorong Markas Besar (Mabes) TNI untuk menyeret Gatot secara hukum.

Pernyataan tanpa bukti dinilai oleh Benny sebagai fitnah, menciptakan kegaduhan, dan dapat memecah-belah TNI, demi tujuan politik Gatot sendiri.

Rakyat, lanjut Benny, patut curiga dengan pernyataan Gatot yang selalu berbicara kebangkitan dan penyusupan PKI secara musiman.

Menjelang Pilpres 2019 isu ini ditiupkan Gatot, dan sekarang ketika Pemerintah dan rakyat sedang berjuang melawan Covid-19.

"Tidak main-main, tuduhan kali ini diarahkan Gatot kepada institusi TNI, yang membesarkan dan menjadikan Gatot sebagai Panglima TNI," kata Benny Rhamdani. (Kilat/Rls)
×
Berita Terbaru Update