Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Kupak Kapik Jalan Bekas Proyek Perpipaan di Tebingtinggi Didesak Diperbaiki

Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:01 WIB Last Updated 2021-10-06T09:09:28Z
Bekas proyek pengembangan jaringan perpipaan di Kelurahan Badak Bejuang, Kota Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui dinas terkait melaksanakan proyek pengembangan jaringan perpipaan di Kota Tebingtinggi pada sejumlah kecamatan.

Pantauan di beberapa jalan di Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Rabu (6/10/2021), pekerjaan dengan pagu sebesar Rp772.912.000 yang bersumber dari APBD TA 2021 ini tampak amburadul.

Pasalnya, proyek pekerjaan ini terkesan kurang diawasi. Tanah hasil korekan terlihat bergelombang di pinggiran jalan dan aspal menjadi kupak kapik.

Kegiatan pipanisasi yang akan dipergunakan BUMD Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Bulian dan dikerjakan oleh Dinas PUPR Tebingtinggi ini meresahkan warga.

Salah satu warga, Rudy, mengungkapkan keresahan atas adanya kegiatan ini. Menurutnya, akibat proyek ini jalan menjadi hancur, karena hasil korekan tidak diperbaiki kembali seperti awal.

"Lihat aja bekas korekannya, ditambal kembali, tapi terkesan asal-asalan, jadi gak rata dan aspal pun kupak kapik," ujarnya.

Ia berharap Dinas PUPR meminta kepada pihak pelaksana kegiatan agar segera merapikan jalan sebagaimana mestinya seperti semula.

"Pelaksana proyek jangan hanya mengambil keuntungan semata, tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat. Kalau bisa, jangan lama, harus segera diperbaiki aspalnya kembali seperti semula," katanya.

Rudy mempunyai rasa kuatir apabila jalanya tidak segera dibenahi kembali seperti semula, akan terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Karena menurut pemantauan, setiap ada proyek pipa, kondisi jalan tidak pernah dikembalikan seperti semula. Kita ambil contoh, daerah Pasar Inpres," ungkapnya.

Lembaga Centre for Local Government Reform (CELGOR) Sumatera Utara (Sumut) turut menyoroti permasalahan tersebut.

"Kami berharap Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas PUPR dan berkolaborasi dengan PDAM segera memikirkan bagaimana caranya agar jalan tersebut bisa seperti semula, soalnya itu hak pengguna jalan," ujar Direktur CELGOR Sumut, Pardo Gultom, saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/2021).

Pardo menjelaskan, beranjak dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 Bab III Tentang bagian-bagian jalan dan pemanfaatan bagian-bagian jalan Pasal 38 berbunyi, 'Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan'.

Kemudian, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 Bab III Tentang Bagian Bagian Jalan dan pemanfaatan bagian bagian jalan Pasal 38 Serta Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 Bab III Tentang peran, pengelompokan, dan bagian-bagian jalan, Pasal 12 yang berbunyi:

1. Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.
2. Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan, dan
3. Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang pengawasan jalan.

Atas dasar itu, Pardo meminta kepada Dinas PUPR mengembalikan jalan bekas korekan pipa tersebut seperti semula apabila pekerjaaannya sudah selesai nantinya.

"Apabila pekerjaan sudah selesai, Dinas PUPR harus segera mengembalikan jalan seperti semula," katanya.

Terkait permasalahan ini, Redaksi telah berupaya meminta tanggapan dari Plt Kepala Dinas PUPR Tebingtinggi, Reza Aghista, namun belum mendapat jawaban. (Rls)
×
Berita Terbaru Update