Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Wakil Wali Kota Sebut Banjir Rob di Medan Utara Gegara Mangrove Rusak

Minggu, 19 September 2021 | 15:19 WIB Last Updated 2021-09-19T13:52:18Z
Salah satu lokasi banjir rob di Medan Utara
MEDAN (Kliik.id) - Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, mengatakan banjir rob yang melanda kawasan Medan Utara karena beberapa faktor. Satu di antaranya adalah karena banyaknya tanaman mangrove yang rusak.

"Ini (Banjir rob, red) terjadi akibat dari mangrove yang ada di Belawan sudah rusak. Selain itu juga karena limbah dan bangunan-bangunan liar yang ada di wilayah Belawan tersebut," ujar Aulia saat mengikuti kegiatan di kampus USU, Minggu (19/9/2021).

Aulia mengatakan, saat ini warga Medan Utara khususnya Belawan tengah kesulitan menghadapi air pasang yang menyebabkan banjir rob.

"Kita melihat saat ini warga Belawan banyak yang bilang dan merasakan 28 hari basah, 2 hari kering. Dan kita tidak tahu saat ini kapan pasang perdani dengan pasang biasa," katanya.

Dikatakan Aulia, ada beberapa indikasi atau indikator yang harus sama-sama dipahami dan analisa tekait permasalahan di Medan Utara. Menurut Aulia, penyebab dan indikator tersebut adalah diakibatkan abrasi tanah yang cukup tinggi.

"Saya berharap, kita bisa melihat apa saja faktor-faktor yang menjadi kendala kita ke depan untuk menangani masalah air rob tersebut," ucapnya.

Aulia mengatakan saat ini Pemko Medan terus mencari terobosan baru untuk mengatasi masalah di Belawan termasuk mengedukasi masyarakat.

"Saat ini Pemerintah Kota Medan ingin melakukan hal atau terobosan yang baru untuk mengatasi ini, bagaimana kita juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kita sudah tekankan ke seluruh jajaran kita, kecamatan, kelurahan, P3SU untuk membersihkan drainase agar bagaimana air rob itu cepat surut," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan permasalahan banjir rob di kawasan Medan Utara sudah dibahas bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).

"Kalau permasalahan banjir itu kita tidak bisa di Kota Cina saja, itu di Medan Bagian Utara kita sudah bicarakan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS)," ujar Bobby.

Bobby mengatakan, nantinya harus dibuat kolam penampungan untuk menampung air yang akan dialirkan kembali ke laut.

"Kalau hanya kita bersihkan paritnya, drainasenya di Belawan, tidak akan maksimal. Itu kalau kita bersihkan ujungnya jadi balik airnya (back water) juga percuma. Jadi kita buat sodetan, kita buat kolam penampungan, baru nanti dari kolam penampungan itu airnya balik lagi ke laut," katanya.

Bobby mengaku pihaknya telah menyiapkan anggaran dan lahan untuk pembangunan kolam penampungan tersebut.

"Saya sudah bicara kemarin, dan ini sudah disetujui, kita ditantang untuk menyiapkan lahannya. Dan akan kita buat penganggaran untuk lahan tersebut," jelasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update