Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Jokowi Marah Stok Vaksin Covid-19 di Sumut Banyak: Segera Habiskan!

Jumat, 17 September 2021 | 09:17 WIB Last Updated 2021-09-17T14:23:32Z
Presiden Jokowi saat pengarahan kepada Forkopimda se-Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (16/9/2021).
MEDAN (Kliik.id) - Presiden Jokowi mengatakan bahwa stok vaksin Covid-19 di Sumut banyak. Maka, Kepala Negara memerintahkan agar segera dihabiskan.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pengarahannya kepada Forkopimda se-Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (16/9/2021).

Dalam slide yang ditayangkan, estimasi stok vaksin yang disimpan di gudang provinsi sebanyak 838.782 vial. Di Serdang Bedagai 94.138 vial, Deliserdang 84.579 vial, dan Nias 75.152. Bahkan di Medan masih ada lagi sebanyak 71.410 vial.

Kemudian, Toba 55.072 vial, Humbahas 50.542 , Karo 38.818 , Dairi 37.896, Taput 37.522, Samosir 32.952 vial, Simalungun 28.918 vial, Batubata 27.946 vial, Paluta 23.870 vial, Labuhanbatu 22.564 vial dan Asahan 20.024 vial.

"Artinya vaksinnya ada sekarang. Sekarang yang saya tuntut adalah vaksin harus habis. Nggak ada yang namanya stok. Stok seperti ini, kegedean banget ini. Harus habis, datang, habis, datang, suntikkan habis," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan, pencapaian vaksinasi di Sumut secara umum 26% dosis pertama, dan untuk lansia, sudah 24%. Ia memuji Pakpak Bharat yang pencapaian vaksinasinya 82%, dan Samosir 77%. Tetapi masih ada yang capaian di bawah 20%.

Dalam slide ditunjukkan daerah yang di bawah 20% seperti Tapteng 14,8%, Asahan 13,5%, Nias Barat 13,5%, Labusel 13%, Labura 12,9%, Madina 12%, Nias 11,8%, Langkat, 11,2%, Nias Utara 8,3%, Nias Selatan 7,7%.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar jangan ada penumpukan stok vaksin. Ia menginstruksikan agar semuanya disuntikkan.

"Saya minta Pak Pangdam, Pak Kapolda tolong dikerahkan. Saya minta nanti Panglima TNI untuk ditambah vaksinator sehingga daerah-daerah yang tadi angkanya (capaian vaksin) 7, 8, 11, 11, 12 dikejar," katanya.

Stok vaksin di Sumut yang disampaikan Presiden Jokowi itu, sekaligus menjadi jawaban atas permintaan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, yang meminta stok vaksin di Sumut agar diperhatikan presiden.

"Tapi kami mohon persoalannya adalah kuota vaksin yang kami selalu perlu diperhatikan Bapak Presiden," ujar Edy dalam sambutannya pada pengarahan itu.

Edy melaporkan pencapaian vaksinasi di Sumut, yakni penyuntikan dosis pertama mencapai 25,7%, dosis kedua 15,9% serta penyuntikan dosis ketiga khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 47,4%.

"Percepatan vaksinasi ini kami banyak dibantu TNI-Polri, bahkan Kajati juga ikut melakukan vaksinasi di lingkungan tempat kerja Kejati dan Kejari," ujar Edy.

Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanjto mengatakan Sumut perlu mengurangi kesenjangan perolehan vaksin di 33 Kabupaten/kota. Dengan begitu masyarakat Sumut khususnya akan lebih terlindungi dari Covid-19.

"Tidak bisa kita fokuskan hanya di satu daerah saja, penanganan Covid-19 akan tetap sulit bila daerah di sekitarnya masih tinggi penyebarannya, perlu merata. Jadi, jangan biarkan adanya gap jumlah vaksin yang besar di 33 kabupaten/kota," ucap Panglima TNI. (Rls)
×
Berita Terbaru Update