Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Jelang PTM Terbatas, Ketua DPRD Sumut Minta Seluruh Daerah Percepat Vaksinasi

Selasa, 28 September 2021 | 08:13 WIB Last Updated 2021-09-28T01:15:38Z
Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting
MEDAN (Kliik.id) - Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Baskami Ginting berharap pemerintah daerah mampu mempercepat proses vaksinasi Covid-19.

Menurut Baskami, hal tersebut menyusul tren penurunan angka Covid-19 dan turunnya Sumut menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 3.

Percepatan vaksinasi, kata Baskami, juga berguna agar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dapat berjalan lancar.

"Agar proses terselenggaranya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di sekolah dapat berjalan lancar dan tak mengakibatkan adanya kluster baru ke depan," ujar Baskami melalui rilis tertulis, Senin (27/9/2021).

Baskami mengatakan, Sumut harus segera mengatasi ketimpangan vaksin yang terjadi di beberapa daerah.

"Angka vaksinasi di Sumatera Utara sudah baik, namun terdapat di beberapa daerah masih sangat sedikit sehingga harus dikejar ketertinggalannya," katanya.

Dikatakannya, seluruh pihak yang berada di institusi pendidikan wajib mengikuti program vaksinasi agar mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baskami menambahkan, seluruh pihak agar tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dalam proses belajar mengajar.

"Prokes masih menjadi solusi dalan memutus mata rantai Covid-19, prokes harus benar-benar diterapkan," imbuhnya.

Baskami juga meminta agar nantinya penyelenggara memperhatikan jumlah peserta dalam setiap pembelajaran tatap muka.

Ia menyambut baik, proses pemberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya, proses pembelajaran tatap muka diharapkan mencegah adanya 'learning loss' di kalangan pelajar maupun mahasiswa.

"Mengingat setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda saat melakukan pembelajaran secara daring. Sehingga dengan adanya pembelajaran tatap muka kita dapat melakukan pemulihan kognitif dan meningkatkan kualitas belajar mengajar," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update