Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Dapat Keluhan Pungli KK dan KTP di Medan, Bobby: Ini Lebih Bahaya dari Covid-19!

Minggu, 12 September 2021 | 07:43 WIB Last Updated 2021-09-12T03:46:40Z
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat mendengar aspirasi warga
MEDAN (Kliik.id) - Warga Jalan Ampera, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, mengaku kerap mengalami pungutan liar (pungli) oleh Kepling untuk mengurus KTP dan KK.

Jumlah pungli untuk pengurusan KK dan KTP bervariasi, mulai Rp100-150 ribu. Namun, ironisnya pengurusan tersebut tak selesai, sementara uang warga sudah disetorkan.

Puluhan warga pun langsung melaporkan hal ini kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat meninjau Jalan Ampera, Sabtu (11/9/2021).

Mendengar itu, Bobby pun murka. Ia meminta Kepling yang melakukan pungli itu, agar segera mengembalikan uang warga. 

"Ini masalah klasik, lebih berbahaya dari Covid-19, masalah pungli. Ada laporan resmi 40 warga yang keberatan, bikin KTP, KK harusnya gratis ini disuruh bayar Rp100-150 ribu. Kembalikan itu uang warga Pak Lurah, saya minta Senin sudah dikembalikan semua itu," ujar Bobby kepada Kepling dan Lurah Bantan.

"Setelah dikembalikan nanti dihukum pelakunya, administratif atau hukuman lain nanti kita tentukan. Yang penting uang warga dulu kembalikan," lanjutnya.

Bobby datang ke Jalan Ampera, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung dalam rangka mendengar keluhan warga.

Warga setempat mengadu via Medsos bahwa jalan di daerahnya tergenang air sudah bertahun-tahun. Ketika melihat hal itu, Bobby langsung memerintahkan agar Senin depan sudah dikerjakan pembetonan, agar jalan tak lagi tergenang air. (Rls)
×
Berita Terbaru Update