Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Buntut Tewasnya Tahanan Polsek Medan Kota, 3 Polisi Diperiksa Propam

Jumat, 10 September 2021 | 14:10 WIB Last Updated 2021-09-10T15:21:45Z
Kondisi korban
MEDAN (Kliik.id) - Kasus tewasnya tahanan narkoba di sel Polsek Medan Kota, bernama Aryes Prayudi Ginting, berbuntut panjang. Saat ini, kasus tersebut ditangani Propam Polda Sumut.

Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Donald Simanjuntak, mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 3 orang polisi yang bertugas di Polsek Medan Kota.

"Sudah ada yang dimintai keterangan. Ada tiga anggota Polsek Medan Kota," ujar Donald kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Donald mengatakan, apabila ketiga polisi tersebut terlibat dalam kejadian itu, akan diberikan sanksi.

"Jika terbukti pasti ada sanksinya. Tetapi ini masih kita dalami," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang tahanan Polsek Medan Kota dikabarkan tewas, Minggu (23/8/2021), dengan kondisi wajah lebam dan bengkak. Ia diduga dianiaya.

Tahanan tersebut bernama Aryes Prayudi Ginting (34) warga Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Kuasa Hukum korban, M Sa'i Rangkuti menjelaskan bahwa korban Aryes ditangkap oleh Polsek Medan Kota, pada Senin (3/8/2021) lalu, dengan kondisi sehat.

"Istrinya sempat mengunjungi suaminya pada hari kedua penangkapan. Saat dijenguk, kondisi suaminya dalam keadaan sehat," ujar Sa'i Rangkuti, kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Rangkuti mengatakan saat istri korban berada disana, pihak kepolisian menyuruhnya untuk pulang dan menyarankan agar menjenguk suaminya nanti saat berada di Pengadilan.

"Setelah itu, istrinya pun pulang dan tidak ada menjenguk suaminya lagi," ucapnya.

Namun, pada Minggu (23/8/2021), pihak kepolisian menghubungi istrinya dan mengabarkan bahwa Aryes telah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Mendengar kabar itu keluarga langsung berangkat ke Rumah Sakit. Sampai di sana keluarga sempat tidak diizinkan untuk membawa jenazah korban," jelasnya.

Rangkuti menambahkan pihak kepolisian berdalih agar proses pemakaman ditangani polisi. Namun, keluarga menolak untuk itu.

"Karena ada keluarga mereka juga anggota polisi lalu jasad suaminya diizinkan untuk dibawa pulang, setelah berunding," ucapnya. 

Saat tiba di rumah duka, lanjut Rangkuti, kondisi jasad korban telah babak belur seperti bekas dianiaya.

"Saat tiba di rumah, keluarga melihat wajah dan dada korban membengkak serta pada bagian lehernya juga tampak membiru," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update