Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Baskami Ginting Tegaskan Peran Ibu Jadi Benteng Penyalahgunaan Narkoba Bagi Anak

Selasa, 21 September 2021 | 15:26 WIB Last Updated 2021-09-21T13:31:21Z
Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting
MEDAN (Kliik.id) - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting mengungkapkan pentingnya peran ibu dalam keluarga untuk menjadi benteng mencegah penyalahgunaan narkoba bagi anak.

Hal tersebut disampaikan Baskami Ginting saat menerima kunjungan mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Mahasiswa Gerakan Indonesia Anti Narkotika.

Menurut Baskami, sosok ibu menjadi sangat penting dalam memberikan pendidikan bagi anak tentang dampak penggunaan barang haram tersebut.

"Ibu menjadi tiang utama dalam keluarga. Ibu yang memiliki waktu lebih banyak dan intens bersama anak-anak, sewaktu sang bapak masih bekerja," katanya, Selasa (21/9/2021).

Baskami menjelaskan, saat melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No 1 tahun 2019 terkait fasilitasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, pihaknya kerap mengundang kaum ibu.

"Saya selalu mengundang ibu-ibu untuk menjadi audiens agar dapat memahami perda tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Baskami juga berharap peran mahasiswa, agar mampu menjadi penyuluh di dalam unit kesatuannya baik lingkungan kampus dan rumah.

"Saya menyambut baik terbentuknya Satuan Gerakan Mahasiswa Anti Narkotika ini dan berharap adik-adik sekalian mampu menerangkan dampak buruk narkoba itu," tambahnya.

Menurut Baskami, narkoba diedarkan dengan berbagai modus, terutama untuk generasi muda.

"Bayangkan saja, ada narkoba yang dikemas seperti permen. Sehingga anak-anak tidak tahu, bahwa benda itu ada zat terlarangnya," jelasnya.

Baskami juga mendorong upaya rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya proses rehabilitasi mampu mengembalikan potensi manusiawi 'si pecandu', ketimbang harus mendekam di balik jeruji besi.

"Bagi saya, upaya rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba lebih manusiawi daripada harus dipenjara. Upaya rehabilitasi ini mampu mengembalikan ia (pengguna) hidup di tengah masyarakat. Lain hal dengan para pengedar maupun bandar yang harus tegas ditindak, bila perlu hukuman mati," jelasnya.

Anggota DPRD Sumut Dapil Medan II itu juga mendorong pemerintah agar memberi perhatian khusus kepada gerakan anti penyalahgunaan narkoba yang bergerak terjun langsung ke bawah.

Ajak Semua Elemen Bersatu 

Tak sampai di situ, dalam sambutannya saat menerima kunjungan audiensi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Baskami mengajak seluruh elemen bersatu memberantas penyebaran narkoba di Sumatera Utara.

Menurut Baskami, pihaknya juga menyambut baik komitmen Kepala BNNP Brigjen Toga H Panjaitan dalam memberantas penyalahgunaan barang haram tersebut.

"Kami menyambut baik komitmen dari kawan-kawan BNN Provinsi. Saya juga mendorong agar pembahasan lebih dalam dilakukan di komisi A DPRD Sumut sehingga kita nanti mendapat gambaran jelas terkait data pengguna, cakupan wilayah juga modus penyalahgunaan narkoba," ucapnya.

Sementara itu di lain pihak, Kepala BNNP Brigjen Toga H Panjaitan, menjelaskan fenomena baru penyebaran narkoba pada kaum remaja dan anak. Menurut Toga, anak-anak yang gemar bermain game online di warnet, disinyalir rentan terpapar barang terlarang itu.

"Kami merazia dua belas anak yang bermain game online di warnet, sebelas di antaranya positif dan sisanya negatif. Di tempat lain, tiga belas anak dites dan dua belas di antaranya positif," jelasnya.

Menurut Toga, anak-anak maupun remaja tersebut cenderung hidup di bawah garis kemiskinan dan keluarga yang tidak memiliki kepedulian.

Dikatakannya, anak-anak tersebut memberikan jawaban yang tak disangka ketika ditanya mengenai alasan pemakaian narkoba itu.

"Mereka beralasan agar tetap prima, tidak gampang capek dan bersemangat. Ini merupakan hal yang salah dan sangat membahayakan," bebernya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update