Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Satgas: 76% Kasus Corona di Indonesia Didominasi Varian Delta

Rabu, 04 Agustus 2021 | 22:29 WIB Last Updated 2021-08-04T15:29:53Z
Foto ilustrasi
JAKARTA (Kliik.id) - Kepala Sub Bidang Tracing Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dr Koesmedi Priharto mengatakan Indonesia hampir 76 persen telah didominasi oleh virus COVID-19 varian Delta.

"Yang banyak di Indonesia adalah varian Delta. Hampir 76 persen didominasi varian Delta tersebut. Pada prinsipnya tetap saja bahwa virus itu merupakan self limiting deseas," kata Koesmedi dalam dialog produktif 'Kenal dan Cegah Varian Baru Virus COVID-19' secara daring di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Ia mengatakan bahwa varian Delta dapat lebih cepat menular dan memiliki daya tembus yang kuat, sehingga dapat mempercepat persebaran virus.

Koesmedi menjelaskan terjadinya persebaran cepat varian Delta juga disebabkan perilaku manusia dari suatu wilayah tersebut sehingga penyakit ini merupakan penyakit head to head atau penularan dari orang ke orang.

"Ketika manusia berperilaku baik, maka turun jumlah angka yang menular tersebut. Tetapi bila perilaku manusia di wilayah itu jelek, maka angka itu akan meningkat," ujarnya.

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan varian Delta tidak memiliki gejala spesifik yang berbeda dengan varian-varian sebelumnya.

"Sebenarnya kalau untuk gejala varian Delta dengan varian lain itu tidak ada bedanya ya. Artinya yang diserang masih organ pernapasan dari mulai hidung sampai ke paru-paru," katanya.

Namun, ia mengatakan hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi pasien yang terpapar tersebut, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan.

"COVID-19 itu terkenal dengan istilah great imitater atau kemampuan meniru dan memperburuk kondisi yang ada sehingga posisi ini harus dipahami oleh masyarakat," katanya.

Ede mengimbau seluruh masyarakat yang terkena gejala untuk segera melakukan isolasi mandiri di dalam rumah dan secepatnya melakukan pengetesan.

"Secepatnya lakukan testing. Supaya kondisinya itu saat dites masih segar dan bugar, dengan demikian mempermudah penanganan. Berikutnya dengan isolasi mandiri di rumah itu untuk menghindari penularan kepada anggota keluarga yang lain," ujarnya. (Kilat/Rls)
×
Berita Terbaru Update