Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Jokowi: Kemandirian Industri Kesehatan Jadi Kelemahan Serius

Senin, 16 Agustus 2021 | 09:43 WIB Last Updated 2021-08-16T03:06:38Z
Presiden Joko Widodo (Foto: detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai kemandirian industri kesehatan yang menjadi kelemahan serius bangsa Indonesia. Jokowi menegaskan pemerintah akan terus menjamin ketersediaan obat selama pandemi COVID-19.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2021 sebagaimana disiarkan secara virtual, Senin (16/8/2021).

Jokowi awalnya memaparkan mengenai dukungan dari lembaga legislatif dan lembaga pemerintah untuk segera mengonsolidasikan kekuatan fiskal.

"TNI, Polri, dan birokrasi dari tingkat nasional sampai ke tingkat desa, terus bahu membahu dalam melakukan pendisiplinan protokol kesehatan, 3T, termasuk vaksinasi dan penyiapan fasilitas isolasi terpusat," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengatakan hampir semua Forkopimda telah bergerak dalam menangani masalah kesehatan dan ekonomi. Menurut Jokowi, manajemen lapangan dalam penanganan COVID-19 telah mengasah kepemimpinan di semua level pemerintahan.

"Saya yakin, kapasitas respons kita dalam menghadapi ketidakpastian di bidang kesehatan dan bidang-bidang lain juga semakin baik dan semakin kokoh," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian menjelaskan mengenai peningkatan layanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Hal yang sama juga terjadi di layanan kesehatan di banyak daerah, baik dari penambahan kapasitas tempat tidur hingga fasilitas pendukungnya.

"Yang sangat mengharukan dan membanggakan adalah kerja keras dan kerja penuh pengabdian dari para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang lainnya," jelas Jokowi.

Barulah Jokowi menyinggung soal kemandirian industri kesehatan. Jokowi mengatakan, pandemi COVID-19 telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri.

"Kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan. Tetapi, pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi di dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan. Ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin, dan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini," beber Jokowi.

Selain itu, Jokowi menegaskan upaya pemerintah dalam mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. Di sisi lain, kata Jokowi, Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua bangsa.

"Sebab, perang melawan COVID-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi. Melalui diplomasi vaksin inilah, kita telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia berperan aktif untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," tegas Jokowi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update