Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Jalan Lintas Provinsi Siantar-Saribudolok Rusak Parah, Ekonomi Warga Lumpuh

Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:54 WIB Last Updated 2021-08-17T16:10:47Z
Jalan Lintas Siantar-Saribudolok yang kondisinya rusak parah
SIMALUNGUN (Kliik.id) - Kondisi jalan provinsi Pematangsiantar-Saribudolok, Kabupaten Simalungun, Sumut, rusak parah. Situasi ini sudah berjalan bertahun tahun, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal adanya perbaikan.

Hal ini diungkapkan oleh Tunggul Girsang selaku Tokoh Masyarakat yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Periode 2004-2009.

Tunggul mengatakan kondisi jalan seperti ini sudah lama dan tidak ada perhatian dari pemerintah. Akibat dari rusaknya jalan ini, kata dia, para petani di Simalungun mengeluh, karena sulit untuk memasarkan hasil ladangnya.

"Agen juga akan membeli harga sayur mayur dibawah harga yang biasanya karena disamping resiko kerusakan kendaraan juga keterlambatan waktu untuk menyalurkan ke kabupaten/kota yang lain," ujar Tunggul, Selasa (17/8/2021).

Terpisah, warga Simalungun lainnya J.Saragih (62) juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku kesulitan akibat jalan rusak ini.

"Biasanya kami dari Raya ke Kota Pematangsiantar waktunya cuma 30 menit. Namun dengan kondisi seperti ini jadi 90 menit, belum lagi tingkat kerusakan kendaraan yang rentan akibat kerusakan jalan ini," katanya.

J Saragih berharap Anggota DPRD Simalungun membuat usulan ke pemerintah Provinsi agar dilakukan perbaikan jalan, karena jalan ini merupakan akses utama dan satu satunya dari Simalungun menuju kabupaten/kota yang lain.

"Jalan ini sangat berpengaruh terhadap stabilnya ekonomi masyarakat Simalungun. Kasihan para petani, agen juga enggan datang untuk mengangkut sayur mereka. Kalaupun datang tentu harus dengan harga yang sangat murah karena sulitnya jalan ini," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh warga Kabupaten Karo. Dimana Kabupaten Karo juga salah satu kabupaten penyumbang hasil bumi di Sumut.

"Dengan rusaknya jalan ini jelas kami sangat merugi," ujar Maslan Tarigan yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Karo periode 2004-2009.

Maslan berharap agar pemerintah Provinsi Sumut memberi perhatian terhadap kondisi jalan di Simalungun ini.

"Akibat rusaknya jalan ini, kami benar-benar kesusahan dalam memasarkan hasil dari petani keluar daerah. Padahal penghasilan utama Kabupaten Karo adalah sektor pertanian. Jadi harapan kami agar pemerintah kabupaten dan provinsi bisa berkolaborasi dalam mengupayakan perbaikan jalan ini," ungkap Tarigan.

Ketua DPD MIO Siantar-Simalungun, Horas Sianturi menilai adanya kekurangseriusan pemerintah Kabupaten dan Provinsi dalam memberi perhatian terhadap kondisi jalan ini.

Horas menghimbau agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini demi menunjang perekonomian masyarakat Kabupaten Simalungun dan Karo pada khususnya.

"Karena kondisi ekonomi masyarakat sudah susah di tengah pandemi Covid-19, ditambah lagi dengan penerapan PPKM yang kita tidak tau sampai kapan, jalan satu satunya yang dapat membantu ekonomi masyarakat adalah kelancaran penyaluran hasil bumi para petani yang akan disalurkan keluar daerah," katanya.

Horas juga berpesan kepada Bupati Simalungun yang baru Radiapoh Sinaga dan DPRD Simalungun segera membuat perbaikan jalan ini menjadi skala prioritas dan diajukan ke Propinsi.

"Pada Perayaan Hari Kemerdekaan Jalan di Siantar-Saribudolok serasa kembali ke masa penjajahan. Ayo Pemkab dan Pemprov Sumut tunjukkan rasa peduli, biar masyarakat bisa bangga terhadap Pemerintah," ujar Horas mengakhiri. (Rls)
×
Berita Terbaru Update