Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Menkes Tuding Varian Delta Biang Kerok Lonjakan COVID-19 di Pulau Jawa

Rabu, 07 Juli 2021 | 14:06 WIB Last Updated 2021-07-07T07:50:41Z
Menkes Budi Gunadi Sadikin
JAKARTA (Kliik.id) - Corona di Indonesia terus mencetak rekor kasus baru. Per Selasa (6/7/2021) ada 31.189 kasus COVID-19, Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia setelah Brasil dan India. Kenaikan kasus COVID-19 signifikan terjadi di Pulau Jawa.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 yang dihimpun per 4 Juli 2021, ada 68 wilayah atau kabupaten/kota di pulau Jawa masuk zona merah COVID-19.

"Kita juga di testing, mengamati pola penyebaran mutasi baru Delta. Daerah-daerah yang naiknya tinggi di Jawa itu karena varian Delta, varian dari India," sebut Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Rabu (7/7/2021).

"Nah sekarang kita sudah melihat kalau ada provinsi-provinsi lain seperti di Papua Barat karena trennya tinggi, kita langsung lakukan genome sequencing banyak," sambungnya.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kemungkinan besar varian Delta memang sudah menyebar sampai wilayah tersebut.

Menkes kembali mengingatkan varian Delta merupakan COVID-19 varian baru Corona yang berbahaya. Selain penularannya lebih cepat, risiko wafat juga semakin cepat. Namun, tak sedikit dari mereka juga bisa mengalami pemulihan yang cepat.

Varian Delta perlu menjadi perhatian lantaran Menkes memastikan viral load strain tersebut meningkat lebih cepat.

"Karena Delta ini benar-benar cepat sekali penularannya, kenaikan viral loadnya juga cepat, penyembuhannya juga lebih cepat tapi wafatnya juga lebih cepat," kata dia.

"Makanya penanganannya harus lebih khusus, kita harus lebih agresif melakukan pengetatan kalau memang kenaikan itu disebabkan oleh varian Delta," sambungnya. 

Genome sequencing terus digencarkan untuk menemukan risiko penyebaran varian Delta. Ada 12 laboratorium yang disebut Menkes mampu mendeteksi varian baru Corona. (Detik)
×
Berita Terbaru Update