Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia Terima 3 Juta Dosis Vaksin Moderna dari Pemerintah AS

Senin, 12 Juli 2021 | 06:41 WIB Last Updated 2021-07-12T01:50:39Z
Ilustrasi
JAKARTA (Kliik.id) - Sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna yang merupakan dukungan kerja sama internasional dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui jalur multilateral COVAX Facilities, tiba di Indonesia, Minggu (11/7/2021).

Vaksin Moderna berbasis mRNA dari Amerika ini sebelumnya telah mendapatkan Emergency Use Authorization, izin pakai di masa darurat dari BPOM pada 2 Juli 2021.

Kedatangan vaksin tersebut disambut secara virtual oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang didampingi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Duta Besar Amerika Serikat untuk RI, Sung Y Kim, dan juga perwakilan WHO serta UNICEF.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam keterangannya, Minggu (11/7/2021), mengatakan, vaksin yang diterima ini merupakan pengiriman tahap pertama dari pemerintah AS.

Sesuai komunikasi yang dilakukan dengan Secretary Blinken danNational Security Advisor AS, Jack Sullivan, AS berkomitmen memberikan dosis sharing vaksin kepada Indonesia berjumlah 4,5 juta dosis.

Atas nama Pemerintah Indonesia, Retno menyampaikan terima kasih dan penghargaan terhadap Pemerintah AS yang telah berbagi dosis vaksin kepada Indonesia melalui COVAX Facility ini.

Retno Marsudi mengatakan bahwa mekanisme doses-sharing atau berbagi vaksin adalah bagian dari mekanisme multilateral untuk memastikan akses terhadap vaksin untuk semua negara.

Hal ini secara terus menerus dibahas dalam pertemuan-pertemuan COVAX Facility. Indonesia secara konsisten mendukung mekanisme berbagi dosis tersebut. Guna mempercepat pencapaian prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Dalam catatan Kementerian Luar Negeri, lanjut Menku Retno, dengan kedatangan vaksin Moderna ini, hingga hari Minggu (11/7/2021), Indonesia telah mengamankan 122.726.820 dosis vaksin maupun jadi dan bulk atau curah (bahan baku) yang mencakup Vaksin Sinovac sebanyak 108.500.000 dosis dimana sebagian besar dalam bentuk curah (bulk); AstraZeneca dari jalur COVAX Facility/Multilateral sebanyak 8.228.400 dosis; Sinopharm sebanyak 2.000.000 dosis, (dimana 500,000 diantaranya adalah dukungan UEA); AstraZeneca (dukungan doses-sharing bilateral Jepang) sebanyak 998.400 dosis; Moderna (dosis sharing AS melalui COVAX Facility) sebanyak 3.000.060 dosis.

"Indonesia juga telah menerima tawaran dukungan vaksin dari beberapa negara, di antaranya Jepang untuk pengiriman tahap kedua vaksin AstraZeneca, Belanda, Inggris, Australia, dan Uni Emirat Arab untuk doses-sharing kedua. Jutaan vaksin dari jalur pengadaan komersial maupun dukungan internasional dan bilateral direncanakan juga akan tiba pada Juli ini," ujarnya.

Retno menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan vaksin bagi Indonesia. Kesehatan dan keselamatan rakyat akan selalu menjadi prioritas.

Menlu juga menyampaikan bahwa berbagai tawaran dukungan telah diterima dari negara sahabat antara lain dalam bentuk ventilator; oksigen konsentrator; obat-obatan dan peralatan medis lainnya.

Hari Jumat (9/7/2021), telah tiba dukungan dari Singapura dan Australia. Hari ini dukungan dari Singapura dari jalur laut juga berangkat dan menurut rencana tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada 14 Juli yang akan datang.

Retno mengapresiasi atas dukungan kerja sama yang telah diberikan oleh Singapura dan Australia.

"Solidaritas, kolaborasi dan kerjasama adalah kunci agar dunia dapat segera lepas dari pandemi ini secara bersama. No one is safe until everyone is," tegas Retno. (Rls)
×
Berita Terbaru Update