![]() |
| Diskusi Kebangsaan di Kantor DPD PDIP Sumut |
MEDAN (Kliik.id) - Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, kelompok milenial Medan, menggelar diskusi bersama Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumut, di kantor DPD PDIP Sumut, Jamin Ginting, Kota Medan.
Kepala Badiklat DPD PDIP Sumut, Sadar Siahaan menyebutkan, diskusi bersama kelompok milenial ini sangat penting dilakukan karena kelompok milenial ini adalah generasi penerus bangsa, yang akan menyambut tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang.
Menurut Sadar, tidak sedikit saat ini kelompok milenial yang sudah terkontaminasi ideologi asing yang sengaja dibawa dan dipaksakan untuk menjadi ideologi bangsa yang sangat heterogen ini.
"Padahal Pancasila sebagai dasar negara kita sudah mengakomodir semua kepentingan dengan menjaga kerukunan, sehingga negara ini tetap utuh. Pancasila menjadi penengah, tanpa mengedepankan salah satu kelompok, namun tetap menjaga keharomonisan," katanya, Rabu (3/6/2021).
Sadar menyebutkan, antusias kelompok milenial dalam membahas Indonesia dimasa yang akan datang ini, sangat tinggi.
Karenanya, berdasarkan keinginan kelompok milenial, kegiatan diskusi yang merupakan bagian dari pendidikan politik ini, akan terus bergulir dan dikembangkan ke berbagai daerah, agar Indonesia tetap utuh, dibawah nilai-nilai Pancasila.
Pantauan lapangan, pada kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari komunitas sepeda motor ini, dibahas berbagai hal penting, menyangkut kehidupan berkebangsaan.
Sadar mengatakan, intoleransi dan radikalisme menjadi topik yang paling menarik perhatian peserta diskusi.
Menurutnya, berbagai perselisihan antar kelompok yang berbau suku, ras dan agama, hingga saat ini masih sering terjadi.
Salah seorang peserta, Winda menjelaskan tak jarang isu SARA ini menjadi kendaraan untuk memaksakan kehendak, guna mencapai tujuannya, baik tujuan ekonomi , politik sehingga memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Egoisme kelompok tertentu, kemudian menyeret masyarakat agar isunya berkembang dan besar, sehingga konflik yang muncul, mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit dan banyak jiwa melayang. Ini sangat disayangkan karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan perpecahan dan kebencian," ujarnya.
Ditambahkannya, pemaksaan kehendak menggunakan isu SARA tersebut, tentu saja tidak disadari oleh masyarakat pada umumnya karena dibungkus dengan baik oleh orang atau kelompok yang berkepentingan tersebut.
Terkait kegiatan ini, Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya melalui virtual mengatakan, anak muda harus terus menempah diri melalui diskusi-diskusi agar bisa membentengi diri.
Menurut Djarot, anak muda perlu membentengi dari ideologi asing yang tidak cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.
"Walaupun masih sedikit yang terpapar, namun kaum milenial harus waspada karena cara masuknya idiologi asing tersebut, melalui berbagai cara, baik melalui teknologi maupun membangun paradigma-paradigma pembenaran," kata Djarot.
Karenanya, Djarot mendukung dan menyampaikan DPD PDI Perjuangan berkomitmen untu memnfasilitasi berbagai diskusi untuk membangun dan mengembangkan kerangka berpikir kaum milenial untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.
"Membangun perekonomian dan kesadaran politik yang beretika, sehingga menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaulat," pungkasnya. (Rls)
