Notification

×

Iklan

Iklan

Malaysia Lockdown, Ringgit Tiarap!

Senin, 31 Mei 2021 | 13:35 WIB Last Updated 2021-05-31T09:19:06Z
Malaysia lockdown nasional akibat penyebaran dan peningkatan kasus virus Corona (COVID-19) yang semakin gawat. Hal itu membuat nilai tukar ringgit melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah.
JAKARTA (Kliik.id) - Malaysia lockdown nasional akibat penyebaran dan peningkatan kasus virus Corona (COVID-19) yang semakin gawat. Hal itu membuat nilai tukar ringgit melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah.

Melansir dari Reuters, Senin (31/5/2021), pada pukul 12.00 WIB ringgit melemah 0,15% melawan dolar AS ke RM 4.1380/US$. Sementara melawan rupiah, ringgit melemah 0,1% ke Rp 3.449,89/RM.

Untuk diketahui, Malaysia lockdown nasional untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai besok, Selasa (1/6/2021) hingga 14 Juni 2021.

Hal itu harus dilakukan setelah Jumat (28/5/2021), negara itu memecahkan rekor infeksi harian baru dengan angka 8.290 kasus, tertinggi dalam sejarah pandemi COVID-19 di Malaysia.

Pengumuman Malaysia lockdown disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

"Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi," ujar Muhyiddin dilansir Straits Times.

Sejak dimulainya pandemi, negara dengan populasi 32 juta penduduk itu mencatat kasus positif Corona sebesar 549.514. Jumlah kematian akibat Corona mencapai 2.552 kasus. Jumlah pasien yang dirawat secara intensif di Malaysia juga meningkat pesat.

Malaysia telah mencetak rekor jumlah kasus harian baru tertinggi tujuh kali dalam 10 hari terakhir, dengan jumlah harian di atas angka 6.000 kasus sejak 19 Mei.

Merespons peningkatan kasus Corona Malaysia beberapa waktu belakangan, Sultan Negara Bagian Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, juga meminta pemerintah Malaysia mempertimbangkan kebijakan 'full lockdown'.

"Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini (per Rabu, 26/5). Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah, untuk memutuskan rantai penularan (dengan cara Malaysia lockdown)," kata Sultan Ibrahim. (Detik)
×
Berita Terbaru Update