Notification

×

Iklan

Iklan

Kabar Baik, Vaksin Merah Putih Siap Dipakai Awal Tahun Depan

Minggu, 30 Mei 2021 | 12:03 WIB Last Updated 2021-05-30T10:07:42Z
Ketua tim peneliti Vaksin Merah Putih Unair Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh. (Foto: detikcom)
SURABAYA (Kliik.id) - Uji praklinik vaksin Merah Putih buatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menunjukkan perkembangan yang bagus. Vaksin ini diperkirakan bisa digunakan awal tahun 2022 mendatang.

Ketua tim peneliti Vaksin Merah Putih Unair Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh menyebut hingga saat ini perkembangan vaksin Merah Putih sudah memasuki tahap 1 uji praklinik. Kabar baiknya, uji praklinik tahap 1 menunjukkan hasil yang bagus.

"Terkait dengan (tes) titer antibodi trennya baik sekali, PA juga baik, dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Di antaranya pemeriksaan immunotyping, ginjal, hematologi, toksisiti, dan pemeriksaan darah total. Hasil pemeriksaan itulah yang akan dijadikan dasar untuk melakukan uji praklinik fase 2," ungkap Prof Fedik dalam siaran pers yang diterima, Minggu (30/5/2021).

Untuk itu, pihaknya bersama tim tengah menyiapkan uji praklinik fase 2. Salah satu yang dipersiapkan yakni hewan uji coba yang menggunakan hewan makaka.

"Dari situ kita bisa menentukan berapa efikasi, dosis, dan lain-lain untuk persiapan uji klinik fase 1 pada manusia," tambah Prof Fedik.

Di kesempatan yang sama, Prof Fedik memaparkan sesuai rancangan yang sudah berjalan, pada Agustus mendatang akan dimulai uji klinik fase 1 pada manusia.

Sebelumnya, Unair telah melaksanakan riset vaksin dengan beberapa platform. Antara lain platform inactivated virus, platform viral vector dengan adenovirus, dan platform peptide. Ketiga platform tersebut masih berlanjut.

Sedangkan konstruksi platform inactivated virus telah selesai lebih awal untuk lanjut ke uji preklinis dan uji klinis. Tak hanya itu, dengan adanya temuan baru mutasi virus Corona, Prof Fedik mengatakan pihaknya juga menyiapkan sejumlah hal.

"Plan lain kita siapkan varian virus lain. Ini adalah menjaga kalau ini fail maka ada subtitusi, tidak perlu menunggu 10 bulan sampai menjadi seed vaccine," ungkapnya.

Prof Fedik mengaku optimis vaksin ini akan rampung dan bisa digunakan tahun depan.

"Pasti jadi (vaksin Merah Putih). Harapan kami Desember sudah bisa, paling lama Februari atau Maret sudah masuk skema industri," terangnya.

Tak hanya itu, Prof Fedik berharap penelitian ini bisa sesuai harapan pemerintah dan juga masyarakat Indonesia. Yakni, pengembangan vaksin mandiri agar pemerintah dapat mengatasi virus Corona secara mandiri pula.

"Bagi akademisi, kita optimis bisa mengembangkan teknologi membuat vaksin sendiri. Tentu ini sebagai awal," harapnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update