Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).
Turut hadir Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapten Inf PM Simanjuntak, Danyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik.
Dalam amanatnya, AKBP Rina Frillya membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".
"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti mampu menjaga ketangguhan bangsa di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjadi perekat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan," ujar AKBP Rina saat membacakan pidato Kepala BPIP.
Rina menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap anak bangsa.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap denyut nadi anak bangsa," katanya.
Melalui pidato Kepala BPIP, Kapolres juga menekankan tanggung jawab konstitusional Indonesia untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang krusial bagi dunia untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik global.
Lebih lanjut, Rina menyoroti peran nyata Indonesia di kancah internasional, mulai dari kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah.
"Semua tindakan nyata tersebut merupakan bentuk pengejawantahan dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," tambahnya.
Mengakhiri pidatonya, Kapolres mengajak seluruh peserta upacara untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang senantiasa menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa," pungkasnya.
Upacara ini juga diikuti oleh jajaran perwakilan instansi vertikal, diantaranya Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Andi Hakim P Lumbangaol, Kepala Urusan Umum Lapas Tebingtinggi Poltak J.O. Nainggolan, serta Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Hendi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, serta perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi. (Red)
