Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Hari Raya Waisak, tentang Sejarah dan Hal-hal Lainnya

Rabu, 26 Mei 2021 | 12:49 WIB Last Updated 2021-05-26T07:53:56Z
Foto: detikcom
JAKARTA (Kliik.id) - Umat Buddha merayakan Hari Suci Waisak hari ini, 26 Mei. Ditandai bulan purnama, berikut sejarah dan hal-hal lainnya tentang Hari Raya Waisak.

Tahun ini, peringatan hari raya Waisak digelar berbeda. Jika biasanya dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, tahun ini Waisak dihelat di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Peserta di JIExpo pun dibatas. Yakni, 300 orang. Umat Buddha lainnya disarankan menyaksikan peringatan Hari Raya Waisak 2555 BE secara daring.

Hari Raya Waisak tahun ini bakal dirayakan dengan renungan Waisak mulai pukul 17.45 hingga 18.15. Selama 45 menit, umat Buddha bakal bermeditasi. Kemudian dilanjutkan dengan pradaksina dan acara lain.

1. Apa Itu Hari Raya Waisak?

Hari Tri Suci Waisak mengingatkan pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Sang Buddha. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak.

a. Lahirnya Pangeran Siddharta

Pangeran Siddharta merupakan seorang putra dari pasangan Raja Sudodhana dan Ratu Mahamaya yang lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum Masehi.

Kelahiran Pangeran Siddharta untuk menjadi seorang Bodhisattva yaitu calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi.

b. Pangeran Siddharta Mencapai Penerangan Agung

Pada usia 29 tahun, Pangeran Siddharta pergi meninggalkan istana untuk mencari kebebasan dari umur tua, sakit, dan mati.

Tepatnya saat Purnama Sidhi bulan Waisak yang jatuh pada 588 sebelum Masehi, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan mendapatkan gelar sebagai Buddha.

c. Sang Buddha Wafat

Di usia 80 tahun, Sang Buddha wafat atau mencapai parinibbana di Kusinara pada 543 sebelum Masehi. Para pengikutnya bersujud sujud sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Sang Buddha.

2. Sri Lanka 1950

Tiga peristiwa yang melandasi sejarah Hari Waisak ini diputuskan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists-WFB) di Sri Lanka pada 1950.

WFB mengesahkan perayaan Waisak pada purnama pertama di Mei dan terus diperingati setiap tahunnya di bulan sama, namun berbeda tanggal menyesuaikan kalender lunar kuno Vesakha.

3. Penanggalan India Kuno

Nama Waisak berasal dari salah satu bulan penanggalan India kuno yang juga disebut Vesakha, Vesak, atau Wesak.

4. Hari Libur Nasional

Sejarah Hari Waisak dan tanggal peringatannya ini telah ditetapkan sebagai hari libur Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

5. Candi Borobudur

Biasanya, Hari Raya Waisak dipusatkan di Candi Borobudur. namun tahun ini tidak dihelat di sana karena pandemi Covid-19.

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update