Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir di Parapat, Menteri LHK Harus Evaluasi Izin Pinjam Pakai Hutan dan Usut Penebangan Liar

Jumat, 14 Mei 2021 | 21:46 WIB Last Updated 2021-05-15T07:46:38Z
Junimart Girsang
SIMALUNGUN (Kliik.id) - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar segera mengevaluasi izin pinjam pakai hutan setelah kawasan wisata Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, dilanda banjir bandang.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) menilai, Pemerintah perlu mengevaluasi izin pinjam pakai hutan demi menelusuri jika ada penebangan liar (illegal logging) di kawasan tersebut.

"Ini sangat urgen sehingga Menteri LHK harus segera turun ke lapangan melakukan penumpasan aksi illegal logging yang terjadi di sana, serta melakukan evaluasi terhadap semua izin pinjam pakai hutan kepada para pengusaha," kata Junimart melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/5/2021).

Menurut Junimart, penggundulan hutan kemungkinan merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir bandang di Parapat.

"Saya khawatir bencana yang sama akan melanda kabupaten dan kecamatan lainnya, karena penggundulan-penggundulan hutan secara sistemik terstruktur," ungkapnya.

Oleh karena itu, Junimart mendesak Bupati Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara untuk menelusuri penyebab banjir bandang dan longsor tersebut.

Ia juga meminta pemerintah pusat bersama pemerintah daerah merehabilitasi dan menormalisasi kawasan wisata Parapat serta lingkungan yang terdampak akibat banjir bandang.

"Kepada Bupati Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara harus sesegera mungkin membenahi sumber utama longsor dan banjir bandang ini. Begitu juga terhadap lingkungan masyarakatnya supaya wisata Parapat tidak terlalu lama terganggu serta wisatawan nyaman untuk berekreasi," ungkapnya.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang Kota wisata Parapat dan Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kamis (13/5/2021).

Akibat bencana ini, beberapa rumah rusak dan akses transportasi sempat terputus karena terendam campuran air dan lumpur.

Daerah itu kena banjir pada hari Kamis sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan deras.

Material banjir berupa air bercampur lumpur, kayu, dan batu turun dari Bukit Bangun Dolok di Parapat. Banjir pun merendam Jalan SM Raja dan Jalan Anggarajim. (Rls)
×
Berita Terbaru Update