Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Aquafarm di Danau Toba Datangkan Penyelam dari Luar Timbulkan Polemik

Selasa, 04 Mei 2021 | 13:14 WIB Last Updated 2021-05-04T10:19:03Z
Penyelam Aquafarm Danau Toba
TOBA (Kliik.id) - Gonjang-ganjing kecemburuan sosial yang identik dengan politik zaman penjajahan 'pecah belah baru kuasai' itu ternyata ada didalam posisi apapun.

Tak luput bagi sekitar 35-an buruh selam di Kerambah Jala Apung (KJA) di Danau Toba yang berbentuk bulatan itu, para penyelam disana ada juga sudah menahun dengan honor tak sampai Rp 3 juta.

Tetapi penyelam yang didatangkan PT Regal Springs Indonesia Aquafarm itu dari tempat lain bakal diberi honor jauh diatas buruh lokal yang sudah mengabdi hampir 2 tahunan.

"Lalu siapa yang tak cemburu Bang?," ujar salah seorang buruh dari Aquafarm, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, para penyelam yang didatangkan perusahaan tambak ikan Nila di Danau Toba ini (PT Aquafarm,red) dari 16 orang itu mereka berasal dari Bali, Lombok, dan Jakarta.

"Kalau tidak salah 1 dari Bali, 1 dari Jakarta, dan sisanya dari Lombok. Kemudian hanya 4 orang sebagai struktur," katanya.

"Baru 3 hari ini mereka kerja, dan sudah kami saksikan, mereka masih jauh dibawah standart selam kami, dan kami berani taruhan sama mereka kalau menyelam di Danau Toba ini. Sebab mereka kan dari Laut, jauh beda dong, tetapi alasan perusahaan mereka itu bersertifikat. Sementara kami sudah diberi pelatihan dan sudah 2 tahun sebagai karyawan di PT Aquafarm ini, perusahaan tidak pernah berkelakuan baik untuk mengurus sertifikat selam," sambungnya.

Dia menduga, pihak perusahaan hanya mengaburkan persoalan di saat ada audit.

"Apabila ada audit, perusahaan akan menunjukkan para penyelam yang bersertifikat itu, atau justru supaya penyelam lokal seperti kami ini selalu diupah rendah," ujarnya.

Terkait apa yang mereka kerjakan sebagai penyelam di Aquafarm, menurut sumber, para penyelam harus masuk ke Kerambah Jala Apung dimana tumpukan dan lendir ikan nila itu ada.

"Kami harus mengangkat bangkai ikan yang sudah mati dan dipaksakan harus bisa bersih dari ikan-ikan yang mati, ada yang masih mengapung dan ada yang tenggelam sampai ke kedalaman net kerambahnya. Begitulah kerjaan kami setiap hari," katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, David Tampubolon selaku Head Of Corporate Affairs PT Aquafarm Regal Springs Indonesia belum memberikan komentar. (AS)
×
Berita Terbaru Update