Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Analisis Peluang Ganjar-Puan di Pilpres 2024

Senin, 24 Mei 2021 | 08:45 WIB Last Updated 2021-05-24T02:32:04Z
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
JAKARTA (Kliik.id) - Persaingan bursa capres 2024 antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani memanas di lingkup internal PDIP. Buntutnya, Ganjar tak diundang dalam acara PDIP di Jateng. Acara yang digelar di kantor PDIP Jateng itu digelar pada Sabtu (22/5/2021) lalu.

Dalam acara itu, Puan Maharani memberi arahan kepada kader dalam rangka penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. Pengarahan itu dilakukan di kantor DPD PDIP Jateng.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, menilai PDIP akan mengganjal elektabilitas Ganjar. Hal itu dilakukan agar rencana PDIP mengusung Puan di Pilpres 2024 tak terganjal nama lain di internal partai.

"Kalau bicara hari ini, maka parpol itu miliknya Puan, bagaimanapun Megawati adalah ibunya. Nah itu secara internal, tetapi di eksternal, kita tahu elektabilitas Ganjar sebenarnya cukup lumayan, hasilnya ini kalau Ganjar dibiarkan tidak dikunci, maka akan ditutup peluangnya Puan Maharani untuk bisa capres 2024. Sedangkan katakanlah Mbak Puan Maharani itu adalah putri mahkotanya PDIP pasti akan didorong, pasti akan dipastikan untuk persiapan capres 2024, walaupun untuk saat ini elektabilitasnya belum kelihatan," ujar Ujang saat dihubungi, Minggu (23/5/2021).

"Lihat saja, konstruksi hari, Bambang Wuryanto mengatakan bahwa Ganjar kelewatan, kita baca juga di detik, lalu Puan Maharani langsung mengkritik bahwa Ganjar itu mainnya di media sosial, lalu kita tahu Ganjar tidak diundang. Ini proses PDIP mengunci Ganjar agar dia tidak bisa menyaingi Puan di kemudian hari. Jangan sampai ada matahari kembar untuk pencapresan," sambungnya.

Menurutnya, meski saat ini mendapat tekanan dari PDIP, Ganjar akan berjalan dengan gayanya saat ini. Ujang mengatakan, apabila elektabilitas Ganjar terus naik hingga waktu Pilpres 2024, bukan tidak mungkin ada partai lain yang akan mengusung Gubernur Jawa Tengah itu.

"Ganjar akan tetap jalan dengan gayanya, tetapi PDIP tetap akan mengunci itu, tergantung ke depan apakah elektabilitas Ganjar itu masih tetap tinggi sekarang sekarang atau tidak. Kalau dia masih tetap tinggi dengan penguncian atau penjegalan dari PDIP, maka dia bisa jadi akan didorong oleh partai lain," katanya.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan ada sejumlah cara untuk menaikkan elektabilitas Puan. Menurutnya, Puan seharusnya dapat memanfaatkan posisinya saat ini sebagai Ketua DPR RI.

"Mestinya Mbak Puan mendukung rakyat, jadi dia itu kan posisinya sebagai ketua DPR, mestinya kinerja dia itu adalah mendukung atau mengikuti kehendak rakyat, itu yang penting. Karena selama ini masyarakat merasa tidak pernah katakanlah 'diayomi' oleh Puan. Misalnya dalam revisi UU KPK, bagaimana rakyat menolak tapi DPR mengesahkan, bagaimana UU cipta kerja omnibus law, bagaimana rakyat menolak, buruh menolak tapi DPR mengesahkan. Ini kan yang membuat elektabilitas Puan tidak pernah tinggi," ucapnya.

Terkait elektabilitas, Ganjar Pranowo dan Puan Maharani beberapa kali muncul di survei capres 2024 yang digelar sejumlah lembaga survei.

Dalam sejumlah survei, Ganjar unggul atas Puan Maharani.

Survei ARSC Maret-April 2021

Ganjar Pranowo: 11,25%
Puan Maharani: 2,48%

Survei digelar pada 26 April-8 Mei 2021 melalui wawancara telepon. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak di 34 provinsi. Margin of error survei ini kurang-lebih 2,9 persen.

Survei IPO Maret-April 2021

Ganjar Pranowo: 12,6%
Puan Maharani: 1,6%

Survei dilakukan pada 10-22 Maret dan berlanjut sampai 4 April 2021 untuk tabulasi dan analisis. Survei melibatkan 1.200 responden.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, sampling error 2,50%, dengan tingkat akurasi data 97%

Survei LSI Januari 2021

Ganjar Pranowo: 10,6%
Puan Maharani: 0,1%

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis.

Margin of error dari ukuran sampel yakni +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan pada 25-31 Januari 2021.

Survei SMRC Februari-Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,2%
Puan Maharani: 5,7%

Survei pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error penelitian adalah ± 3,07%

Survei KedaiKOPI Maret 2021

Ganjar Pranowo: 16%
Puan Maharani: 0,2%

Survei dilakukan secara nasional 34 provinsi pada 29 Maret-4 April 2021. Metode survei melalui wawancara telepon. Jumlah responden sebanyak 1.260

Survei Indikator Maret 2021

Ganjar Pranowo: 13,7%
Puan Maharani: 1,1%

Metode survei yang digunakan simple random sampling sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei digelar pada 4-10 Maret 2021. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21

Survei Charta Politika Indonesia April 2021

Ganjar Pranowo: 16%
Puan Maharani: 1,2%

Metode survei yang digunakan adalah metode sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Responden merupakan warga negara Indonesia yang berusia di atas 17 tahun.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update