Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Tutup Pintu Bagi Penerus Megawati di Luar Trah Soekarno

Rabu, 14 April 2021 | 08:14 WIB Last Updated 2021-04-14T01:15:09Z
Foto: Megawati dan trah Soekarno (pool)
JAKARTA (Kliik.id) - Bursa calon pengganti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terus bergulir meskipun Kongres PDIP masih jauh. Meskipun Jokowi disebut-sebut masuk dalam bursa tersebut, namun kekuatan trah Soekarno tetap dianggap sebagai kunci partai berlambang banteng ini.

Mulanya, isu pengganti Megawati ini digulirkan oleh Ketua DPC PDIP Solo, Fx Hadi Rudyatmo. Dia mendorong Prananda menjadi pengganti Megawati.

Dukungan agar Prananda maju itu disampaikan Rudy saat bicara soal kaderisasi yang disebutnya harus dilakukan pada 2024. Dia menyinggung soal Megawati, yang sudah menjadi Ketum PDIP sejak 1998.

"Kaderisasi harus dilakukan sedini mungkin. Karena Bu Mega Ketua Umun PDIP sejak 1998. Kalau 2024 ingin menyerahkan tongkat estafet, kita harapkan ke Mas Prananda," kata Rudy.

Elite PDIP, Hendrawan Supratikno, kemudian buka suara. Dia mengungkap ada perintah Megawati kepada Prananda dan Puan.

Hendrawan juga menyebut siapa Ketum PDIP berikutnya berada di tangan Megawati. Dia mengatakan AD/ART PDIP mengatur Ketum PDIP yang baru diputuskan oleh Megawati selaku Ketum petahana.

"Dalam AD/ART PDIP sudah jelas, ketum yang baru diputuskan oleh ketum petahana. Jadi tidak perlu ada kubu-kubuan, dukung-mendukung atau seru-menyeru. Ibu Megawati yang akan memutuskan," kata Hendrawan.

Hendrawan menyebut Prananda dan Puan punya peran masing-masing di PDIP. Dia mengatakan pembagian peran itu merupakan perintah dari Megawati.

Menurut Hendrawan, Megawati memerintahkan Puan bergerak di hilir PDIP, seperti eksekutif dan legislatif. Sedangkan Prananda, kata Hendrawan, bergerak di hulu, seperti mengkonsolidasi partai. Dia menyebut suksesi kepemimpinan PDIP berada di tangan Megawati sepenuhnya.

"Orang luar lebih sibuk bicara suksesi di partai kami, dibanding orang dalam. Salah satu sebabnya pasti karena orang dalam sudah paham dengan AD/ART partai kami. Soal suksesi sepenuhnya kewenangan Ketum petahana. Dengan demikian, kader justru bisa fokus untuk melakukan hal-hal lain dan tidak menghabiskan energi untuk menimbang, meminang atau memenangkan kontestasi bagi calon yang diusungnya," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Namun Hendrawan kemudian bicara soal integrasi internal PDIP. Menurut senior PDIP ini, trah Soekarno sangat vital untuk integrasi internal PDIP.

"Setiap organisasi berhadapan dengan dua tantangan besar: membangun integrasi ke dalam, dan membangun adaptasi ke luar (internal integration, external adaptation). Untuk integrasi internal, trah Soekarno sangat vital, karena sekujur ideologi, ruh, dan gerak organisasi partai bersumber pada ajaran-ajaran Bung Karno," ujar Hendrawan.

"Haluan dan derap perjuangan kami diturunkan dan diterjemahkan dari gagasan-gagasan besar dan mendasar dari Bung Karno," sambung eks Ketua DPP PDIP ini.

Hendrawan menyebut tak tertutup kemungkinan trah di luar Soekarno bisa ambil bagian di PDIP. Namun sosok itu harus memahami seluk beluk di PDIP.

"Apakah yang bukan trah tak bisa ambil bagian? Tentu sangat bisa, dalam menjawab tantangan adaptasi eksternal. Lihat komposisi dan personel yang ada di DPP. Di situ ada simfoni lintas mozaik dan lintas kompetensi yang menarik," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menilai cukup sulit mencari pengganti Megawati di luar trah Soekarno. Sebab, perjalanan sejarah membuktikan hal tersebut.

"Sebenarnya sangat sulit mencari sosok pengganti Ketum PDIP di luar Puan dan Prananda. Partai ini bisa kuat dan besar sampai saat ini karena faktor trah Soekarno. Ada nilai historis yang melekat di situ," kata Adi kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Kendati demikian, menurut Adi, dalam politik, apa pun bisa terjadi dalam sekejap. Sesuatu yang mustahil, katanya, bisa terwujud. Oleh sebab itu, dia menilai nama Presiden Jokowi dan Kepala BIN Budi Gunawan bisa menjadi penerus Megawati.

"Kalau melihat gosip politik yang berkembang di media selama ini, ada nama Jokowi dan Budi Gunawan yang selalu dinilai pas sebagai suksesor Megawati. Dua nama besar yang dinilai bisa melanjutkan success story PDIP ke depan," ujar Adi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update