Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Minim Kasih Sayang Ortu, Gadis 14 Tahun di Aceh Rela Bercinta dengan 25 Pria Tanpa Imbalan

Rabu, 14 April 2021 | 07:38 WIB Last Updated 2021-04-14T02:10:28Z
Ilustrasi
PIDIE (Kliik.id) - Seorang gadis remaja berusia 14 tahun di Pidie, Provinsi Aceh, nekat melayani 25 pria tanpa minta imbalan.

Bukan hanya itu, ternyata wanita yang masih berstatus siswi SMP ini sudah pernah menikah lalu bercerai. Minimnya perhatian orangtua diduga yang membuat gadis 14 tahun ini terjerumus ke lembah prostitusi.

Alasan bocah siswi SMP ini terjerumus ke lembah hitam akhirnya terungkap. Tanpa malu-malu, remaja ini mengakui telah berhubungan badan dengan puluhan pria.

Dia juga mengaku tak meminta imbalan kepada lelaki yang mengajaknya bercinta di atas ranjang.

"Pengakuan gadis itu bahwa dia telah melayani 25 lelaki. Saat melakukan hubungan badan, gadis itu tidak meminta imbalan," ujar Wakil Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli, Fauziati dilansir dari Tribun Medan, Rabu (14/4/2021).

Saat ini, gadis muda itu telah dibawa ke lembaga pembinaan di wilayah Banda Aceh agar bisa berubah ke arah yang baik.

Pernah Dinikahkan

Terungkap, gadis berusia 14 tahun ini ternyata sempat dinikahkan oleh warga. Bukan tanpa alasan, sebab saat itu warga memergoki gadis ini tengah melakukan hubungan intim dengan teman laki-lakinya.

Alhasil, warga pun mengamankan mereka dan menikahkannya. Namun, pernikahan keduanya tak berlangsung lama. Bocah SMP ini malah menyandang status janda lantaran diceraikan oleh suaminya.

Wakil Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli, Fauziati mengatakan, setelah diputuskan Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Sigli, gadis di bawah umur itu diboyong ke lembaga pembinaan di Banda Aceh.

Sementara lelaki dewasa yang pernah dilayani gadis tersebut menjalani hukuman di penjara. Adapun lelaki di bawah umur menjalani proses hukuman cambuk 100 kali yang telah dilakukan di Kantor Kejari Pidie. 

Cari Kesenangan di Luar

Fakta terungkap jika gadis muda ini ingin mencari kesenangan di luar rumah. Gadis 14 tahun menganggap, rumahnya bukan lagi menjadi istana bagi dirinya bersama keluarganya. Sebab, ia merasa tak mendapat kasih sayang meskipun dirumah tersebut ada orangtuanya.

Hal ini berawal saat ayah kandung sang gadis meninggal dunia. Kemudian, sang ibu memutuskan menikah lagi dengan seorang lelaki. Sehingga, ia tinggal bersama ibu kandung dan juga ayah tirinya.

Namun, di rumah itu, ia merasa tak nyaman lantaran ibu dan ayah tirinya kerap kali bertengkar. Bahkan, gadis itu merasa tertekan di rumah lantaran ibu kandungnya dengan ayah tiri yang berprofesi penjual sayur hampir tiap hari bertengkar.

Alhasil, gadis 14 tahun itu pun tidak betah tinggal di rumah, yang akhirnya mencari ketenangan di luar.

"Kita imbau kepada orang tua hendaknya tidak menelantarkan anak yang merupakan amanah," tutur Wakil Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli, Fauziati.

Menurutnya, hal itu sesuai fakta di persidangan dan didukung informasi dari Dinas Sosial Pidie dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pidie.

Ketagihan 

Minimnya perhatian orangtua membuat gadis ini malah terjerumus ke dunia hitam. Saat mencari kesenangan di luar rumah, ia menemui rekan sebayanya yang laki-laki.

Rupanya, teman lelakinya itu malah mengajak remaja yang tengah broken home tersebut hubungan badan. Bukan hanya sekali, bahkan hingga beberapa kali.

Yang miris, sejak saat itu gadis 14 tahun itu malah ketagihan melakukan hubungan terlarang tersebut. Bahkan, ia tak sungkan lagi melakukan dengan lelaki di bawah umur maupun lelaki dewasa.

(Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update