Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Kernet Ini Habisi Nyawa Supir Angkot di Medan, Kini Ditembak Polisi

Selasa, 06 April 2021 | 17:49 WIB Last Updated 2021-04-06T15:04:13Z
Pelaku ditembak polisi
MEDAN (Kliik.id) - Petugas Satreskrim Polrestabes Medan menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkot.

Korban bernama Junaidi (62) sebelumnya ditemukan tanpa identitas di tepi Jalan Pringgan Dusun 14 Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Senin (5/4/2021) kemarin.

Pelaku yang diamankan bernama Faidilah Aidil Putra (41) warga Jalan Jermal VII Kecamatan Medan Denai. Penangkapan dilakukan polisi dalam kurun waktu 6 jam. Pelaku juga diberi tindakan tegas terukur dengan tembakan di kedua kakinya.

"Tersangka ditangkap di wilayah Medan Barat (Jalan KL Yos Sudarso Brayan)," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko kepada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Riko menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku yang merupakan kernet korban ini berawal dari adanya penemuan mayat di pinggir jalan di daerah Bandar Kalipah.

"Dari informasi tersebut, petugas Satreskrim datang ke TKP dan berusaha mencari identitas korban. Petugas lalu mendatangi rumah korban dan pihak keluarga menyampaikan bahwa korban merupakan supir angkot. Kernetnya sempat datang ke keluarganya menyerahkan HP korban," kata Riko.

Kemudian, lanjut Riko, dari informasi tersebut petugas segera melakukan pencarian terhadap kernetnya, dan mengamankannya.

"Dari pemeriksaan, tersangka mengaku nekat menghabisi nyawa korban hanya karena kesal sering dimarahi oleh korban," ungkapnya.

Saat angkot mengalami kerusakan di Jalan KL Yos Sudarso Medan, kata Riko, pelaku lalu mengeksekusi korban pada Senin pagi sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saat korban istirahat, tersangka memukul di kepala bagian belakang menggunakan batako. Usai menghabisi nyawa korban, tersangka lalu mengemudikan angkot korban dan membuang jasad korban di pinggir jalan," kata Riko.

"Angkotnya sempat dipilah-pilah dan tersangka menjual mesin. Saat ini kita sedang kejar penadahnya," tutupnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update