Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Emosi Gubernur Riau Gara-gara Ustaz Ceramah 'Corona Kerjaan Yahudi'

Selasa, 20 April 2021 | 08:21 WIB Last Updated 2021-04-20T02:55:52Z
Gubernur Riau Syamsuar mengecek penyuntikan vaksin Corona. (Foto: detikcom)
PEKANBARU (Kliik.id) - Gubernur Riau Syamsuar menerima laporan soal adanya ustaz yang dalam ceramah menyebut COVID-19 adalah rekayasa dan hoax. Hal itu membuatnya geram karena dia khawatir masyarakat menjadi resah karena isi ceramahnya.

Mantan Bupati Siak itu menyampaikan kekesalannya tersebut saat rapat koordinasi terkait perkembangan COVID-19 bersama seluruh kepala daerah, kepolisian, kejaksaan, dan dinas terkait. Rapat koordinasi dilakukan di gedung daerah Balai Serindit di Pekanbaru.

Syamsuar mengatakan hal itu setelah mendengar paparan perkembangan kasus COVID-19 oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi. Syamsuar awalnya meminta agar protokol kesehatan di tempat ibadah diperketat.

"Yang perlu dicermati berkaitan dengan rumah-rumah ibadah, masjid yang belum menerapkan protokol kesehatan. Jadi ini perlu adanya pengawasan dari tim Satgas (Penanganan COVID-19 Pekanbaru), sehingga nanti benar-benar menerapkan protokol kesehatan," kata Syamsuar, Senin (19/4/2021).

Syamsuar mengatakan protokol kesehatan perlu diterapkan ketat karena dia mendapat laporan ada ustaz yang menyampaikan ceramah tidak benar. Ceramah dilakukan di salah satu masjid tidak jauh dari rumah Syamsuar.

"Kemarin saya mendapatkan laporan di sebuah masjid di Pekanbaru, masih ada ustaz-ustaz yang ceramahnya seolah-olah COVID tidak ada, jadi itu dibilangnya kerjaan Yahudi. Padahal di sana juga ada, dia tidak tahu," kata Syamsuar.

"Inilah ceramah yang tidak benar, sehingga masyarakat menilai Corona sudah hilang," sambungnya.

Diakui Syamsuar, ceramah itu disampaikan pada Rabu (14/4/2021). Dia meminta ustaz tidak menyampaikan ceramah dengan materi pembohongan.

"Itu terjadi Rabu kemarin, sehingga ada jemaah mengingatkan jangan ceramah itu. Ini masih ada di Pekanbaru, tentunya harus diwaspadai agar memberi pencerahan bagi ceramah tidak benar," katanya.

Kepala Daerah dan MUI Diminta Mengawasi Ceramah

Adanya laporan ceramah ustaz yang menyebut COVID-19 adalah rekayasa dan hoax membuat Gubernur Syamsuar bertindak. Dia meminta wali kota, bupati, hingga MUI melakukan pengawasan ketat terhadap ceramah.

"Saya minta wali kota, bupati, dan MUI untuk lakukan pengawasan. Kalau mau ceramah atau tausiah itu yang benar. Jadi ini tidak mengelabui masyarakat kita yang tak tahu," ucapnya.

Syamsuar menilai ustaz yang menyebut COVID-19 adalah rekayasa kurang wawasan. Ustaz itu, menurut dia, tidak mengetahui situasi di daerah itu.

"Dikatakan 'Ini permainan Yahudi'. Padahal negara Yahudi, Israel, juga COVID-19 terus berkembang. Jadi ustadz ini tidak tahu di sana, ya biar enak cerita dan pada akhirnya disampaikan yang tak benar," katanya.

Dia meminta ustadz dalam ceramahnya menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, tidak menakuti jemaah, namun pelaksanaan protokol kesehatan di masjid tetap ketat.

"Lebih baik kita menyejukkan masyarakat, agar masyarakat tidak takut. Tetapi tetap patuh protokol kesehatan. Nanti kita minta bantu MUI lah ya, ingatkan supaya jangan menyebar berita yang akan memprovokasi masyarakat," pungkasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update