Notification

×

Iklan

Iklan

Alasan Cekcok dengan Mertua, Epan Rekayasa Dirinya Hilang dan Pergi Bobok Bareng Cewek Karaoke

Sabtu, 03 April 2021 | 01:57 WIB Last Updated 2021-04-03T02:12:16Z
Melissa, Epan dan Cewek Karaoke
PALEMBANG (Kliik.id) - Akhirnya Epan Tornando (30), suami yang meninggalkan istri sebulan tak pulang ke rumah, memberikan pengakuan.

Sebelumnya, Epan meninggalkan istrinya, Sekar Sari (25). Ternyata, Epan tak pulang karena kepincut cinta cewek pemandu karaoke.

Sekar yang mengetahui kelakuan suami, merasa hancur, sebab semula ia masih bersangka baik bahwa suaminya hilang. Sekar pun melapor ke polisi.

Kini hati Sekar kadung hancur. Semula melaporkan suaminya hilang, kini Sekar melaporkan Epan atas kasus perzinahan.

Dari pengakuan Epan, ia kepincut cinta cewek pemandu lagu bernama Melisa. Ternyata, Epan tak pulang tidur bareng selingkuhannya Melisa. Epan mengaku sudah satu bulan menjalin hubungan dengan Melisa.

"Sudah satu bulan. Kami kenal lalu lanjut," kata Epan dilansir dari Tribun.

Melisa mengaku tertarik pada Epan karena keinginannya selalu dipenuhi.

"Aku mau karena dia bisa memenuhi apa yang aku minta. Saat aku minta ponsel, dibelikannya. Saya bekerja sebagai pemandu karaoke. Kenalnya juga di sana dan sudah sebulan kami berhubungan," kata Melisa.

Melisa sendiri tahu bahwa Epan sudah memiliki istri dan anak. Sementara itu, Epan mengaku memiliki alasan selingkuh dari Sekar.

Epan mengaku kesal karena cekcok dengan mertuanya. Selain itu, Epan juga mengaku tak sabar harus menahan hasrat untuk berhubungan suami istri. Pasalnya Sekar yang baru saja melahirkan, masih dalam masa nifas.

"Belum 40 hari istri melahirkan. Lama menunggunya, jadi selingkuh," ujar Epan.

2 alasan itu menjadi dorongan Epan untuk pergi meninggalkan rumah hingga membuat cemas istrinya, Sekar. Sampai akhirnya Sekar Hasri membuat laporan di Polda Sumsel.

Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan menyatakan, laporan pertama yang dibuat Sekar 25 atas hilangnya Epan sejak tanggal 19 Maret 2021.

Dari laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengungkap kasus ini dan ternyata Epan ditemukan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung bersama selingkuhannya.

"Laporan pertama itu terkait laporan orang hilang beserta mobilnya, karena ke khawatiran ini, istri Epan yang merupakan pelapor melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian," kata Kombes Pol Hissar Sialagan, Kamis (1/3/2021).

Setelah mengetahui perselingkuhan Epan dan Melisa, Sekarkembali melaporkan keduanya atas tuduhan perzinahan.

"Ya sudah dilaporkan kemarin. Apalagi yang mau saya pikirkan, capek mau mikir terus," kata Sekar.

Atas laporan tersebut, kedua pasangan yakni Epan Tarnando dan Melisa terancam hukuman pidana karena melanggar pasal 284 KUHP.

"Ya atas laporan tersebut akan kita tindak lanjuti sesuai pasal 284 KUHP tentang perzinaan," ujar Kombes Pol Hissar Siallagan, Jumat (2/4/2021).

Epan Tarnando dan Melisa terancam hukuman penjara sesuai dengan Pasal 284 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 bulan kurungan penjara.

Saat ditemui di Mapolda Sumsel, Sekar mengungkapkan, berterima kasih atas bantuan pihak kepolisian, awak media dan komunitas driver taksi online yang selama ini sudah berupaya untuk ikut mencari keberadaan Epan.

"Saya mohon maaf, karena selama ini sudah merepotkan banyak orang. Sekarang, sudah terungkap semuanya. Bukan hilang, tetapi pergi sama selingkuhannya," ujar Sekar yang terlihat tegar, Kamis (1/4/2021).

Sekar mengungkapkan, selama ini ia tidak pernah mengetahui bila sang suami berselingkuh. Karena, perilaku Epan juga biasa saja tak tidak pernah ada masalah.

Dari itulah, ia tidak menyangka, bila sang suami yang sudah dipercaya ternyata berselingkuh.

Karena sangat sayang dengan suami, ia yang membayar kreditan mobil dan juga membukakan usaha percetakan untuk sang suami. Akan tetapi, balasan yang diterima Sekar tidak semanis yang diharapkannya.

"Rasa kecewa itu pasti. Apapun yang terjadi sudah terjadi, jalani saja apa yang sudah terjadi. Terima kasih kepada semua pihak baik wartawan, rekan-rekan driver online dan pihak kepolisian atas terungkapnya kejadian ini," ucap Sekar.

Atas kejadian ini, Sekar kedepannya menyerahkan semua kejadian ini kepada pihak kepolisian dan tidak ingin ambil pusing lagi terkait kejadian ini.

Terlebih lagi dirinya ingin fokus untuk merawat dua anaknya. Terlebih, untuk anaknya belum genap berusia 40 hari.

"Kalau maaf itu tidak ada maaf lagi. Saya mau fokus untuk mengurus keluarga, terlebih lagi anak. Jalani saja dulu seperti apa, ini juga saya belum tahu keterangan dari dia seperti apa," lanjut Sekar dengan mata berkaca-kaca.

Rekayasa Kronologi

Sopir taksi online Epan Tornado (30), yang sudah tiba di Mapolda Sumsel, sempat memberikan pengakuan berbelit-belit kepada awak media.

Setelah ditanya, akhirnya Epan mengaku semua kronologi sejak ia dinyatakan hilang merupakan rekayasa. Ia mengakui sempat mengantarkan orang ke kawasan Sungai Lilin Muba.

Namun, setelah itu ia pulang ke Palembang. Ia tidak langsung pulang dan memutuskan untuk menemui selingkuhannya.

Sempat penginap di rumah selingkuhannya di kawasan Kertapati, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat bersama selingkuhannya ke Lampung. Keberangkatan keduanya bertujuan untuk menemui orang tua selingkuhannya.

"Ya, aku bohong dan merekayasa bahwa ponsel hilang," katanya, Kamis (1/4/2021).

Saat di Lampung, Epan dan selingkuhannya menginap di rumah orang tua Melisa. Di sana, Epan mengungkapkan bahwa ia dan Melisa sudah menikah di Palembang.

Dari itulah, ia bersama Melisa bisa tinggal satu kamar di rumah orang tua Melisa.

"Aku pergi itu, karena ada masalah keluarga. Aku sempat ribut sama mertua. Jadi aku putuskan untuk pergi dari rumah," katanya.

Karena masalah itulah, Epan merekayasa seolah-olah dia menjadi korban kejahatan. Terlebih, dengan memblokir seluruh kontak yang ada di ponselnya. (Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update