Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Tebingtinggi Bisa Langsung ke Binjai Via Tol, Hiras: Macet Kota Medan Akan Berkurang

Kamis, 11 Maret 2021 | 12:34 WIB Last Updated 2021-03-11T07:34:48Z
Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi telah tersambung dan beroperasi.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi telah tersambung. Mulai hari ini, Kamis (11/3/2021), jalan tol tersebut telah beroperasi.

Dengan beroperasinya jalan tol ini, pengendara dari Kota Binjai sudah bisa tembus ke Marelan, Mabar, Bandar Selamat, Tanjung Morawa, Kualanamu, Lubuk Pakam, Sei Rampah hingga Kota Tebingtinggi. Pengendara tidak perlu keluar ke ruas jalan Kota Medan lagi.

Warga Kota Tebingtinggi Hiras Gumanti menilai adanya jalan tol ini sangat membantu pelaku bisnis dan lainnya.

Selain itu, menurut Hiras, jalan tol Binjai-Tebingtinggi ini akan mengurangi kemacetan di ibukota Sumatera Utara yakni Kota Medan.

"Hampir setiap hari, pelaku bisnis atau masyarakat yang mempunyai urusan penting melewati tol. Sebelum ada jalan tol yang tembus langsung ke Binjai, biasanya masyarakat yang hendak menuju ke Aceh melalui Binjai dan Langkat, pasti keluar di Kota Medan dan kembali masuk ke gerbang tol Helvetia. Pada saat di Medan pasti macet kali, terutama di Kampung Lalang. Kalau dia melalui tol Mabar, pasti kena macet di Brayan dan Titi Papan. Adanya jalan tol Binjai langsung tembus ke Tebingtinggi juga dapat mengurangi kemacetan di Kota Medan," ujar Hiras kepada Kliik.id, Kamis (11/3/2021).

Pensiunan perkebunan BUMN ini menjelaskan, segala macam urusan yang dirinya atau masyarakat lainnya lakukan pasti akan terasa sangat mudah dan tak memakan waktu yang lama dengan adanya jalan tol.

"Sekarang ini sangat mudah, setengah hari sudah selesai kalau ke Medan. Dulu bisa sampai satu harian. Dulu perjalanan ke Medan aja memakan waktu 2,5 jam. Sekarang hanya 50 menit. Apalagi ini sudah sampai Binjai, urusan ke arah Langkat dan Aceh pasti cepat," kata Hiras.

Terkait harga jalan tol, Hiras menilai sebanding dengan urusan bisnis ataupun usaha lain yang dikerjakan.

"Menurut saya ya sebanding dengan urusan yang dikerjakan. Efektif waktunya kan sesuai, karena waktu adalah uang. Dengan efektifnya waktu, otomatis ekonomi akan berkembang," katanya.

Sebelumnya diberitakan, jalan tol Marelan-Tanjung Mulia sepanjang 4 kilometer resmi dioperasikan oleh PT Hutama Karya, hari ini, Kamis (11/3/2021).

Peresmian beroperasinya tol tersebut ditandai dengan dibukanya barrier pembatas jalan oleh perwakilan dari PT Hutama Karya, PT Jasa Marga dan lainnya.

Dengan beroperasinya Tol Marelan-Tanjung Mulia ini, maka pengguna jalan dari tol Binjai yang akan menuju Belmera (Belawan, Medan, dan Tanjungmorawa), Kualanamu sampai Tebingtinggi bisa melintas langsung tanpa harus keluar tol. 

"Jalan tol Medan-Binjai sudah bersambungan dengan jalan tol Belmera ya. Jadi sesuai dengan pengoperasiannya, semua sudah terintegrasi, semua sudah lengkap peralatannya. Sehingga pengguna jalan Medan-Binjai sudah bisa menyambung dengan tol Belmera," ujar Pimpinan Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Hutama Karya, Hestu Budi Husodo dilansir Kamis (11/3/2021).

Di samping itu, dengan terintegrasinya jalan tol Marelan-Tanjung Mulia maka, pengguna jalan bisa terhindar dari kemacetan lalu lintas yang ada di ruas jalanan Kota Medan.

Sebab sebelum terintegrasi tol Marelan-Tanjung Mulia, praktis pengguna jalan yang masuk dari tol Binjai harus keluar dari gerbang tol Helvetia untuk melanjutkan perjalanan mereka.

"Pengoperasian ruas jalan tol ini, sangat menjadi kunci dari lalu lintas yang dari Binjai menuju ke Tebingtinggi, Kualanamu maupun Belawan," ungkapnya.

Hestu memprediksi, setelah tol Marelan-Tanjung Mulia beroperasi akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas sebesar 10-15 persen dari sebelumnya.

"Peningkatan mungkin ada sampai 10 sampai 15 persen dari biasanya. Karena biasanya tak bisa langsung ke arah Tebingtinggi. Ini sudah bisa ke arah Tebingtinggi," katanya. (Redaksi)
×
Berita Terbaru Update