Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Seruan Tangkap Edhie Baskoro Trending di Twitter Usai KLB Demokrat di Sibolangit

Sabtu, 06 Maret 2021 | 12:51 WIB Last Updated 2021-03-06T09:00:20Z
Edhie Baskoro alias Ibas. (Foto: sumber Facebook)
JAKARTA (Kliik.id) - Dalam beberapa hari terakhir, ramai perbincangan mengenai konflik internal Partai Demokrat (PD).

Dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, telah menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat 2021-2026.

Setelah penetapan Moeldoko sebagai Ketum PD lewat KLB, Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya angkat bicara.

AHY meminta Presiden Jokowi dan Menkumham Yassona Laoly tidak mengesahkan putusan KLB karena dianggap ilegal.

"Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo khususnya Menkumham tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB ilegal yang jelas-jelas melawan hukum," ujar AHY dalam konferensi pers, Jumat (5/3/2021).

Tak berselang lama setelah KLB Partai Demokrat, jagat dunia maya Twitter tiba-tiba dihebohkan dengan munculnya tagar #tangkapedhiebaskoro dan menjadi trending topic.

Putra kedua SBY Edhie Baskoro yang akrab disapa Ibas, disebut-sebut terlibat dalam kasus e-KTP dan Hambalang. Beragam meme yang bertuliskan kata-kata menyindir Ibas, beredar di Twitter.

"Segera Usut Kasus Ibas terkait EKTP dan Hambalang," tulis akun bernama Jeng Miya.

Dalam postingan lain oleh akun ddaazzzling, disebutkan Ibas menerima 200 ribu Dolar AS.

"Pada sekitar Maret 2013, Yulianis mengungkapkan bahwa Ibas dalam catatan pengeluaran perusahaan tercantum menerima 200 ribu Dolar pada saat Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010. Yulianis yang juga anak buah M Nazaruddin itu meyakini, bahwa uang tersebut juga berasal dari penggarapan proyek perusahaan Permai Group," tulis ddaazzzling.

Akun Twitter lainnya, bhagaskoro menyebut kenapa KPK diam saja. Padahal Ibas terlibat tidak hanya satu kasus dan kategori kasus hukum yang besar. KPK harus berani.

"Nama Ibas beberapa kali disebut oleh tersangka korupsi. Tapi sampai saat ini KPK tidak berani panggil Ibas, kenapa?," tulis bhagaskoro. (Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update