Notification

×

Iklan

Iklan

PBNU Kecam Bom di Depan Gereja Katedral Makassar: Usut Tuntas Pelakunya!

Minggu, 28 Maret 2021 | 12:23 WIB Last Updated 2021-03-28T05:23:10Z
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini (Foto: detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam peristiwa ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). NU menyebut tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun.

"Pertama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan. Kekerasan bukanlah ajaran dari suatu agama apapun, karena setiap agama mengajarkan kepada kita cinta kasih antar sesama. Terlebih Islam sebagai agama menganjurkan nilai-nilai toleransi dalam beragama dan menebarkan perdamaian," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

NU mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang terlibat dalam ledakan tersebut. Helmy mengatakan pihaknya percaya aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional.

"Mendesak pemerintah Indonesia dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas atas peristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan yang terlibat. Kami percaya aparat akan bekerja secara maksimal dan profesional," tuturnya.

Helmy mengajak seluruh pemuka agama untuk menyerukan gerakan melawan ekstremisme dan radikalisme. Helmy juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini.

"Mengajak segenap pemuka agama untuk proaktif dalam mengampanyekan gerakan melawan ektremisme dan radikalisme. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan menyejukkan," katanya.

"Mengimbau kepada masyarakat dan segenap warga untuk tetap tenang dan tidak teprovokasi sehingga melakukan hal-hal yang justru dapat memperkeruh suasana. Kita serahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat keamanan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Banyak potongan tubuh manusia bertebaran di sekitar lokasi kejadian.

Pantauan di Jalan Kajolalido, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021), tampak kobaran api dari sebuah motor yang masih menyala di sekitar lokasi. Ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita.

Seorang saksi bernama Nazaruddin menyebut suara ledakan tersebut besar sekali.

"Kita sementara menyapu di dalam seketika ada ledakan, kita langsung kaget, besar sekali suara ledakannya," kata Nazaruddin Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengungkapkan, saat ledakan terjadi, misa tengah digelar di dalam gereja.

"(Sempat) Ada kegiatan misa," kata Merdisyam kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).

Merdisyam mengaku saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Merdisyam mengungkapkan, sejumlah jemaat Gereja diduga menjadi korban ledakan. Selain itu, satu orang korban tewas diduga pelaku bom bunuh diri.

"Saat ini yang kita ketahui pelakunya 1 dan beberapa jemaat 3 atau 4 sedang kita datakan kita bawa ke rumah sakit," katanya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update