Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Hendak Cekik Ibunya, Pria di Taput Dipukul Adik Kandung Pakai Kayu Hingga Tewas

Kamis, 11 Maret 2021 | 15:03 WIB Last Updated 2021-03-11T15:30:14Z
Foto Ilustrasi
TAPUT (Kliik.id) - Pembunuhan antara saudara kandung terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.

Peristiwa pembunuhan terjadi Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Pangaloan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Taput.

Pria bernama Swandi Nababan (18) membunuh abang kandungnya sendiri Ambronsus Nababan (34) dengan menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya.

Pelaku memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian.

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing menjelaskan, peristiwa terjadi di rumah orang tua mereka sendiri di Dusun Pangaloan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.

"Menurut hasil pemeriksaan, dari saksi maupun tersangka, kejadian tersebut berawal saat korban mendatangi ibunya Fine Tampubolon (61) ke rumahnya dengan marah-marah tanpa sebab. Waktu itu, di rumah ada 2 adik kandungnya yakni Swandi dan Suheri Nababan (22). Korban tidak peduli dengan dua orang adiknya dan langsung mencekik leher ibunya serta hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan," ujar Baringbing kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).

Melihat hal tersebut, tersangka Swandi menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah. Namun, korban masih berusaha mengejar ibunya sehingga Swandi tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumahnya dan memukul kepala korban sebanyak 6 kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat.

"Setelah korban tewas di tempat, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong," ungkapnya.

Korban, tersangka dan saksi Suheri adalah abang beradik kandung. Mereka anak dari Fine Tampubolon dan ayahnya Arli Nababan (63). Saat kejadian, ayahnya tidak berada di rumah karena masih di kebun.

"Dari keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi yang lain, korban selama ini berperilaku kurang baik kepada orang tuanya. Bahkan sering mengancam-ancam dan memarahinya. Rumah korban dengan ibunya berdekatan, korban sudah menikah dan memiliki dua anak. Sedangkan tersangka dan abangnya Suheri Nababan masih satu rumah dengan orang tuanya karena masih lajang," kata Baringbing.

Saat ini polisi sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti serta membawa korban ke RSU untuk dilakukan visum.

"Tersangka sudah diamankan di Polsek Siborongborong guna kepentingan penyidikan," ujarnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update