Notification

×

Iklan

Iklan

AMTT dan Wali Kota Tebingtinggi Bahas Kondisi Warga Selama Pandemi COVID-19

Kamis, 25 Maret 2021 | 18:42 WIB Last Updated 2021-03-25T12:36:47Z
AMTT audiensi dengan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Aliansi Mahasiswa Tebing Tinggi (AMTT) melakukan pertemuan audiensi dengan Wali Kota Tebingtinggi, Kamis (25/3/2021) di Balai Kota setempat.

Turut hadir, Kaban Kesbangpolinmas Zubir Harahap, Kadis Kominfo Dedi Siagian dan Kabid Komunikasi Iswan Suhendi.

Pertemuan ini membahas soal perkembangan kondisi masyarakat Kota Tebingtinggi selama pandemi Covid-19. Baik kondisi sosial, ekonomi dan pendidikan.

Ketua AMTT Peter Munthe menyampaikan hasil survei jejak pendapat dengan masyarakat kepada Wali Kota Tebingtinggi dengan tujuan, agar Pemerintah mendapatkan feedback atas program kerjanya demi tercapainya tujuan Pemerintah.

"Adapun maksud dan tujuan kami adalah ingin menyampaikan kepada bapak atas hasil survey jejak pendapat yang sudah kami lakukan atas masyarakat serta melaporkan program kegiatan yang telah kami kerjakan," ujar Peter.

"AMTT melaporkan terkait beban orangtua siswa yang dominan bekerja, sehingga tidak dapat melakukan pengajaran terhadap anak mengingat ini di tengah pandemi para siswa belajar di rumah, juga perlunya peninjauan klasifikasi penerimaan bantuan sosial yang berkembang di masyarakat. Kami menyarankan agar Pemerintah lebih intens dalam hal pendataan warga yang belum melakukan pendataan pindah wilayah untuk tertib administrasi kependudukan, agar bantuan sosial dapat disalurkan secara merata dan tidak terkendala administrasi kependudukan, karena memang masyarakat malas mengurus administrasi kependudukan setelah pindah alamat," ungkap Peter.

Disamping itu, AMTT melaporkan kegiatan ruang belajar yang dilakukan kepada anak-anak di kawasan rusunawa Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengapresiasi kinerja AMTT yang benar-benar hadir di tengah kondisi masyarakat sedang tidak baik dan ikhlas mengabdikan diri untuk perubahan sosial masyarakat Kota Tebingtinggi yang lebih baik.

"Terkait orang tua yang kesusahan mengajarkan anak itu benar sekali, namun itulah yang terjadi sampai saat ini kita belum ada instruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk pembelajaran tatap muka sampai tahun ajaran baru nantinya," kata Umar.

Umar mengatakan bahwa distribusi bansos berdasarkan administrasi kependudukan, memang banyak yang terkendala akibat sebahagian warga tidak mengurus administrasi kependudukannya pada saat pindah alamat.

"Untuk itu kita akan sosialisasikan hal ini dan akan kita lakukan pendataan untuk kepengurusan administrasi kependudukan," kata Umar.

Umar juga menyampaikan perihal vaksinasi bahwasanya Pemerintah Tebingtinggi akan mengusahakan agar seluruh elemen masyarakat kota Tebingtinggi akan divaksinasi sebelum tahun 2022.

"Persoalan vaksin kita terima baru 2.400 vaksin. Sekarang kita berjuang dapat 5.200 yang pertama guru, pedagang, lansia ini juga bertahap serta tokoh agama karena berhubungan langsung dengan jemaat. Kita ibarat distribusi dari pusat ke provinsi juga terbatas, maka kita juga terus intensif surati ke provinsi. Kami tetap pakai skala prioritas. Pertama kualifikasi untuk guru, pedagang pasar, lansia, tokoh agama  menjadi proritas. Vaksin gratis. Tenaga Kesehatan dibayar dari APBD kita. Sampai kapan selesai? Kita tergantung pada vaksinnya, kita harapkan bulan Agustus-September sudah selesai, maunya kita, tapi tergantung pada provinsi," ujar Umar.

"Terkait bantuan sosial yang memang sebagian besar adalah berasal dari Pemerintah Pusat termasuk PKH, BLT dan lainnya itu hak dan wewenang Kementerian. Tentang bantuan pangan non tunai, bantuan pekerja dibawah 5 juta, bantuan UMKM, sama sekali kita tidak ikut menentukan siapa mereka yang dapat tapi dari Kementerian yang menentukan," sambungnya.

Umar menegaskan kepada AMTT apabila ada masyarakat yang tidak layak mendapatkan bansos atau dianggap mapan agar segara laporkan kepada Pemko Tebingtinggi.

"Saya ingin kita dampingi terus penyaluran bansos ini, saya minta kepada AMTT," imbuhnya.

"Terimakasih kepada AMTT dan sinergitas seperti ini kami harapkan dengan AMTT, bagaimana kami masuk ke segmen masyarakat, mungkin ada yang tertinggal, terlupakan terlewati. Tujuan kita mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan untuk kegiatan ruang belajar di rusunawa Pemko Tebingtinggi akan membantu dan mendukung," tutup Umar. (Rls)
×
Berita Terbaru Update