Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Tahun Kerbau Logam, Intip Bisnis yang Bersinar, Berikut 4 Shio Beruntung

Kamis, 11 Februari 2021 | 08:14 WIB Last Updated 2021-02-11T11:24:37Z
Tahun Kerbau Logam
MEDAN (Kliik.id) - Tahun baru Imlek tahun 2021 ini jatuh pada 12 Februari mendatang. Dalam astrologi China, tahun 2021 disebut sebagai tahun kerbau logam.

Tahun ini diprediksi akan membawa rezeki bagi seluruh dunia, namun ini bukan tahun yang mudah karena merupakan tahun pemulihan setelah tahun tikus pada 2020.

Pakar Feng Shui di Medan Bames Anggono mengatakan, kerbau dikenal sebagai hewan pekerja keras dan tangguh. Tahun kerbau logam ini, bersifat "mau bekerja" sehingga memberikan banyak rezeki.

Bames mengatakan tahun kerbau emas ini juga pernah terjadi 60 tahun yang lalu tepatnya 1961. Saat itu, ada suatu bencana alam namun tidak terlalu besar, masalah ekonomi juga "goyang" begitu juga masalah politik.

Dan di tahun kerbau logam ini, kata dia, memang membawa berkah rezeki tetapi "diganggu" pandemi Covid ini.

"Tahun Kerbau emas akan membawa rezeki semua negara. Namun, karena masih diterpa pandemi Covid-19 semua berpulang kepada kebijakan negara masing-masing," kata Bames dilansir dari Tribun Medan, Rabu (10/2/2021).

Khusus untuk perekonomian Indonesia, kata Bames, tetap berjalan dan naik sedikit namun masih lambat di kisaran 50-65 persen. Kondisi itu mulai terlihat kenaikannya dari Juni hingga September 2021.

"Mungkin saat ini perekonomian masih berjalan sekitar 50 persen. Di Juni nanti akan naik 15 persen dan pada September kembali naik sekitar 10 persen sehingga menjadi jadi 75 persen," terangnya.

Di sektor bisnis, lanjut Bames, tampaknya properti sedikit bersinar karena daya beli masyarakat mulai bangkit sekitar 15 persen. Karena, meski resesi, ekonomi di Indonesia belum terbilang krisis moneter seperti pada tahun 1997-1998.

"Daya beli bisa di kisaran 65 persen, ini tergantung masyarakat mau tidak mendengar dan menerapkan yang dianjurkan pemerintah yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Jika itu dipatuhi maka pandemi dapat di atasi dan ekonomi berangsur membaik," ucapnya.

Bames menyarankan, jika masyarakat ingin membeli properti maka arah yang baik dan dianggap dapat membawa rezeki adalah Timur dan Utara. Jika rumah itu ke arah Tenggara lebih bagus lagi.

Dan untuk bisnis-bisnis lainnya seperti kuliner, fashion dan lainnya hanya berjalan sekitar 5 persen saja.

4 Shio yang Beruntung

Tahun kerbau logam akan terhitung mulai dari 12 Februari 2021 dan berlangsung hingga 31 Januari 2022. 

Tahun-tahun kerbau logam sendiri telah berlangsung pada 1961, 1973, 1985, 1997, dan 2009, di mana terjadi setiap 12 tahun.

Kerbau menempati posisi kedua dalam astrologi Tionghoa. Ke-12 hewan zodiak tersebut adalah, secara berurutan, tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Bames melanjutkan, di tahun kerbau logam ini ada empat shio yang akan berkibar, yakni shio ular, ayam, babi dan macan.

Untuk shio yang kurang beruntung yakni kerbau, kambing, naga, anjing sedangkan untuk shio yang mengalami nasib sedang baik yakni kuda, kelinci, tikus dan monyet.

Tahun kerbau menjadikan shio kerbau kurang beruntung namun, anak-anak yang lahir pada bulan Mei sangat bagus, karena jika dihitung menurut kalender lunar bulan 4 (bulan ular).

Anak ini akan membawa rezeki dan sifatnya pemimpin. Selain itu, kelahiran di bulan 8 (bulan ayam) atau September juga baik.

"Untuk shio yang kurang beruntung di tahun kerbau logam ini dapat melakukan sembahyang Tai Sui Ya atau sembahyang dewa langit untuk mengarahkan keselamatan. Dan sembahyang ini dilakukan saat imlek dalam rentan satu bulan," ujarnya.

Imlek tahun ini, sebaiknya sembahyang dilaksanakan pada pukul 01.00 WIB di malam Imlek. Sembahyang disarankan menghadap Selatan karena dipercaya Dewa Rezeki datang dari arah tersebut.

Terkait bencana alam, tambahnya, tahun ini bisa terjadi gempa bumi besar-besaran.

"Tahun ini juga harus tetap berhati-hati. Banjir dan kebakaran memang masih terjadi namun intensitasnya tidak terlalu tinggi," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update