Notification

×

Iklan

Iklan

Fakta-fakta Seputar Jack Ma yang Dikabarkan Hilang Sejak Oktober

Selasa, 05 Januari 2021 | 11:33 WIB Last Updated 2021-01-05T06:39:03Z
Jack Ma
BEIJING (Kliik.id) - Jack Ma, salah satu pendiri raksasa e-commerce, Alibaba, dilaporkan menghilang misterius selama lebih dari dua bulan terakhir.

Keberadaannya tidak diketahui setelah dia menyampaikan pidato kontroversialnya pada Oktober 2020. Berikut hal-hal yang diketahui sejauh ini soal hilangnya Jack Ma.

Seperti dilansir Business Today, Selasa (5/1/2021), miliarder China itu diketahui tidak muncul ke publik sejak November 2020. Misteri soal keberadaannya semakin mendalam semakin hari.

Kekhawatiran soal hilangnya Jack Ma berawal saat dia tidak muncul dalam episode pamungkas acara bakatnya, 'Africa's Business Heroes', yang disiarkan November tahun lalu. Acara itu memberikan kesempatan kepada para pengusaha pemula di Afrika untuk berkompetisi memenangkan US$ 1,5 juta.

Miliarder berusia 56 tahun itu digantikan oleh seorang petinggi eksekutif Alibaba, Lucy Peng, dalam episode terakhir. Saat itu, menurut seorang juru bicara perusahaan seperti dilaporkan Financial Times, Jack Ma tidak bisa tampil karena jadwalnya sangat padat.

Namun, dihapusnya foto Jack Ma dari situs acara itu dan sebuah video promosi yang tidak menampilkan Jack Ma semakin memicu kecurigaan.

Kecurigaan itu semakin mendalam saat otoritas China meningkatkan pengawasan terhadap kerajaan bisnisnya, termasuk afiliasi Alibaba, Ant Group, setelah Jack Ma mengkritik sistem regulasi China pada Oktober lalu.

Jack Ma belum muncul ke publik sejak penangguhan IPO untuk ANT Group. Padahal saat itu ANT Group disebut-sebut akan melakukan debut pasar saham yang fenomenal. Semuanya kandas setelah Jack Ma menyerang otoritas China dalam pidatonya.

Pertikaian Jack Ma dengan otoritas China yang otoriter disebut-sebut memicu tindakan keras terhadap bisnisnya. Sebenarnya, apa yang diucapkan Jack Ma dalam pidatonya pada 24 Oktober 2020 yang membuat otoritas China geram?

Saat itu, Jack Ma mengkritik 'regulator keuangan pegadaian dan bank-bank milik negara'. Dia menyerukan reformasi dalam sistem regulasi China dan menyalahkan sistem itu karena menghambat inovasi bisnis dan menyamakan regulasi perbankan global China dengan 'klub orang tua'.

"Sistem keuangan saat ini merupakan warisan dari Era Industri. Kita harus menyiapkan yang baru untuk generasi penerus dan generasi muda. Kita harus mereformasi sistem yang sekarang," cetus Jack Ma dalam pidatonya.

Laporan media terkemuka Amerika Serikat (AS), Wall Street Journal, menyebut para pejabat di Beijing menegur Jack Ma dan menangguhkan IPO ANT Group atas perintah langsung Presiden Xi Jinping pada November lalu.

Sementara Bloomberg melaporkan bahwa Jack Ma disarankan untuk tetap berada di China menyusul penyelidikan anti-monopoli yang tengah dilakukan terhadap Alibaba Group Holding sejak malam Natal, atau pada 24 Desember 2020.

Penyelidikan itu membuat saham perusahaan Jack Ma anjlok sejak mencapai puncak usai pidato pada Oktober lalu. Kekayaan Jack Ma pun berkurang US$ 10 miliar dan dia merosot ke peringkat ketiga dalam daftar orang terkaya di China. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Jack Ma saat ini diperkirakan mencapai US$ 63,1 miliar.

Otoritas China juga memerintahkan ANT Group untuk mengurangi operasionalnya dan memintanya memperbaiki layanan asuransi, pinjaman serta manajemen kekayaan perusahaan.

Sementara Alibaba diketahui berpotensi menjadi perusahaan e-commerce terbesar di dunia dengan omset miliaran dolar AS dan jutaan pengguna. Alibaba disebut sebagai 'perusahaan paling berharga' di kawasan Asia. Selain Alibaba, beberapa raksasa teknologi China lainnya juga berada di bawah pengawasan ketat regulator, yang membuat perusahaan itu kehilangan ratusan miliar dolar AS dalam nilai pasar. (Detik)
×
Berita Terbaru Update