Notification

×

Iklan

Iklan

Segini Iuran Lapak Pasar Sukaramai Medan, Pegadang Curhat ke Bobby Nasution

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:45 WIB Last Updated 2020-12-01T10:01:59Z
Bobby Nasution blusukan ke Pasar Sukaramai, Medan, Selasa (1/12/2020). 
MEDAN (Kliik.id) - Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution ditemani aktor senior nasional Deddy Mizwar blusukan di Kota Medan. Keduanya blusukan di Pasar Sukaramai, Jalan AR Hakim Medan, Selasa (1/12/2020).

Seperti diketahui, masalah pasar tradisional Sukaramai tak kunjung diselesaikan Wali Kota Medan terdahulu. Gedung dibangun, namun pedagang ogah berjualan di dalam gedung.

Hal ini lantaran gedung dianggap tak layak dan banyak pedagang yang berjualan di luar gedung. Sehingga pembeli enggan belanja ke dalam gedung.

Pemerintah Kota Medan dianggap gagal mengatur pedagang agar seluruhnya mau jualan di dalam gedung yang telah disediakan.

Bobby tampak blusukan melihat dagangan dan bertanya pada pedagang pun pembeli. Salah satu permasalahan adalah perjanjian saat gedung dibangun, salah satunya tidak boleh ada pasar lainnya di dekat Pasar Sukaramai tidak terwujud.

"Dulu kita buat perjanjian dengan Pemko Medan, agar tidak ada pasar-pasar lain dengan radius dekat, namun tidak bisa diwujudkan. Pembeli pecah, akhirnya kita pedagang di dalam gedung susah," kata Ketua Pedagang Pasar Sukaramai, Kamal.

Berdasarkan pantauan, ketika blusukan ke dalam pasar, Bobby Nasution mendengarkan dengan seksama keluhan seluruh pedagang.

Seorang pedagang bernama Reni bahkan curhat kepada menantu presiden tersebut sambil menitikkan air mata. Tak hanya itu, beberapa pedagang juga meneriakkan keluhannya agar didengar Bobby.

"Ini pembangunan gedung kami yang bayar, mana ada uang Pemko ini. Kami cicil ini tiap bulan, bahkan saya sampai gadai rumah saya untuk Dp lapak ini Pak Bobby. Tolonglah kami, pembeli sepi tak mau masuk, mereka belanja di luar. Bagaimana ini pengurusnya tolonglah nasib kami Pak," kata Reni.

Kamal pun membenarkan mengenai pedagang mencicil lapak yang ada di dalam gedung.

"Nominalnya beda-beda tergantung ukuran. Masa cicilannya juga beda ada yang lima tahun. Rata-rata Rp, 1,5 juta sebulan, bahkan ada yang Rp 3 juta. Jadi pemko Medan itu menurut kami tak ada kontribusi. Manajemen pun kurang baik. Kita butuh kepemimpinan yang kuat yang bisa urus pasar ini. Pasti ada setoran liar yang kita tidak tahu masuk ke siapa. Itu harus dihentikan di masa Bobby kelak," kata Kamal.

Ia pun mengatakan, pasca dibangun pada 2014 lalu, hingga kini gedung Pasar Sukaramai tidak diresmikan. Bobby Nasution mengatakan, masalah gedung tak lepas dari hal teknis.

"Di dalam kurang ramai, banyak lapak kosong. Di lantai dua dan tiga malah kosong sama sekali. Secara teknis memang bangunan ini tidak memudahkan pengunjung," kata Alumni S2 IPB Bogor itu.

Solusinya, Bobby menegaskan akan membangun sebuah ekosistem pasar yang sebenarnya di Sukaramai.

"Kita mau suruh pedagang masuk ke dalam, ya harus kita pastikan dulu kenyamanannya, keamanan, jaminan agar pedagang mau dan akhirnya pembeli juga mau masuk ke dalam," kata Bobby.

Deddy Mizwar yang pada kesempatan itu mengikuti Bobby Nasution blusukan melihat langsung antusiame masyarakat.

"Kita lihat sendiri bagaimana animo masyarakat bertemu Bobby Nasution. Artinya mereka menaruh harapan besar pada sosok pembawa harapan pada Bobby," kata Deddy Mizwar yang tenar berkat perannya sebagai Naga Bonar. (Rls)
×
Berita Terbaru Update