Notification

×

Iklan

Iklan

Papan Bunga Dukung Pembubaran FPI Hiasi Kota Medan

Kamis, 31 Desember 2020 | 14:45 WIB Last Updated 2020-12-31T07:46:09Z
Puluhan papan bunga bentuk dukungan terhadap pembubaran FPI berjejer di sejumlah titik di Kota Medan.
MEDAN (Kliik.id) - Puluhan papan bunga bertuliskan dukungan terhadap pembubaran Front Pembela Islam (FPI) menghiasi Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (31/12/2020).

Papan bunga yang belum diketahui pasti siapa pengirimnya ini banyak terlihat kawasan Kantor DPRD Sumut dan DPRD Medan.

Menurut pantauan, papan bunga tersebut berisi ucapan terima kasih, selamat dan dukungan terhadap pemerintah atas upaya menjaga NKRI dari rongrongan Ormas FPI.

Adapun beberapa tulisan di dalam papan bunga yakni,

"Turut Bersukacita Atas Pemakaman FPI, dari Gerakan Anti Radikal".

"Selamat Sukses Pada Pemerintah, Kami Kawal Pembubaran FPI, dari Laskar Pemersatu Umat".

"Mantap Atas Penetapan FPI Sebagai Ormas Terlarang, dari PARBADA".

"Syukron. Mantap Bah FPI Bubar dari Komunitas Medan Bung".

"Selamat Bahagia Kepada Rakyat Indonesia Atas Pembubaran FPI, dari Front Pembela Pancasila".

"Bravo TNI-Polri. Kami Dukung Pembubaran FPI, dari Gerakan Persatuan Bangsa".

Seperti yang diketahui, Pemerintah telah mengeluarkan SKB 6 Menteri tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Terdapat tujuh poin penting dalam penandatanganan SKB tersebut.

Pertama, pemerintah menyatakan Front Pembela Islam adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan sehingga secara de jure telah bubar sebagai organisasi kemasyarakatan.

Kedua, meski Front Pembela Islam sebagai organisasi kemasyarakatan telah bubar namun pada kenyataannya masih terus melakukan berbagai kegiatan yang mengganggu ketenteraman, ketertiban umum, dan bertentangan dengan hukum.

Ketiga, melarang setiap bentuk kegiatan dan penggunaan simbol, serta atribut Front Pembela Islam dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keempat, apabila terjadi pelanggaran sebagaimana diuraikan dalam diktum ketiga di atas, aparat penegak hukum akan menghentikan seluruh kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Front Pembela Islam.

Kelima, meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dan terlibat dalam kegiatan penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam dan juga untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum setiap kegiatan penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam.

Keenam, Kementerian dan Lembaga yang menandatangi Surat Keputusan Bersama ini agar melakukan koordinasi dan mengambil langkah-langkah penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ketujuh, Keputusan bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2020.

(Rls)
×
Berita Terbaru Update