Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Irjen Fadil Usai Dipanggil Komnas HAM: Saya Datang Tak Diantar Banyak Orang

Senin, 14 Desember 2020 | 16:33 WIB Last Updated 2020-12-14T11:37:36Z
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran
JAKARTA (Kliik.id) - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran selesai dimintai keterangan oleh Komnas HAM terkait kontak tembak polisi dan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Fadil menegaskan dirinya taat hukum dan memenuhi panggilan tanpa diantar banyak orang.

"Dan saya taat hukum hari ini saya dipanggil saya datang dan saya datang sendiri. Nggak pake diantar banyak-banyak orang," kata Fadil Imran di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Fadil mengatakan Komnas HAM dan jajarannya mempunyai tujuan yang sama. Dia ingin kasus penembakan ini terang benderang di mata publik.

"Kami miliki kepentingan agar kasus ini terang benderang di mata publik," ujar Fadil.

Untuk itu, Fadil bersama jajaran Polda Metro Jaya akan tetap bekerja dalam mengusut tuntas peristiwa penembakan yang menewaskan enam orang laskar FPI.

Di sisi lain, pihaknya akan memberikan ruang terhadap Komnas HAM untuk menjalani investigasi secara independen.

"Kami akan berikan fakta berbasis scientific crime investigation, kami tak mau membangun narasi, kami akan menjadikan fakta, kami tak mau membangun narasi. Dan itu akan kami support kepada Komnas HAM," ujarnya.

"Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada Komnas HAM agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik," sambungnya.

Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap hal yang bakal ditanyakan ke Kapolda Metro berkaitan dengan kasus penembakan laskar FPI. Komnas HAM menggali seputar konstruksi peristiwa kasus tersebut.

"Ya seputar lokasi, seputar apa yang ditemukan dan yang paling utama konstruksi peristiwa. Tidak sekadar kronologi tapi konstruksi peristiwa," kata Komisioner Pemantauan atau Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Anam menjelaskan agenda pemeriksaan terhadap Kapolda Metro merupakan lanjutan dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM terkait peristiwa kontak senjata antara polisi dan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.

Melalui pemeriksaan jenderal bintang dua ini, Komnas HAM berharap mendapatkan gambaran utuh terkait konstruksi peristiwa penembakan laskar FPI.

"Jadi sebenarnya ini bagian dari rangkaian yang sudah kita lakukan sejak Kapolda mengumumkan ada peristiwa ini Komnas HAM yang kebetulan waktu itu sedang rapat langsung responnya membentuk tim. kebetulan saya ketua timnya terus saya membikin tim dengan level yang lebih teknis tim penyelidikannya," sebutnya.

Nantinya, konstruksi peristiwa tewasnya laskar FPI yang didapat melalui Kapolda Metro Irjen Fadil Imran akan digabungkan dengan barang bukti yang ada untuk memutuskan apakah dalam peristiwa ini terdapat unsur pelanggaran HAM atau sebaliknya. Selanjutnya, Komnas HAM bisa memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang.

"Yang pasti berbagai temuan nantinya kami akan rangkum melalui konstruksi peristiwa kami simpulkan peristiwanya sebenarnya apa yang terjadi, apakah ada pelanggaran HAM atau tidak kami putuskan rekomendasi. Rekomendasi kami akan sampaikan pihak-pihak bisa dan bertanggung jawab dan memiliki kewenangan menyelesaikan ini," ucapnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update