![]() |
| Ilustrasi pembacokan |
KARO (Kliik.id) - Lima orang warga Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumut, dikabarkan menjadi korban pembacokan oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK).
Kelima korban yaitu Rudi Tanjung, Pandapotan Napitupulu, Herman Napitupulu, Iwan Napitupulu, dan Samuel Napitupulu. Peristiwa ini terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Minggu (1/11/2020).
Kasus ini diduga terjadi karena antara para pelaku dengan korban sempat terlibat cekcok di lokasi hiburan malam atau cafe yang ada di kawasan Desa Bunuraya.
Informasi yang dihimpun, sebelumnya korban Rudi Tanjung datang ke cafe tersebut. Rudi sempat terlibat cekcok dengan salah satu pengunjung cafe.
Untuk menghindari pertikaian, pemilik cafe melerai keduanya.
Tak lama berselang, Rudi kembali datang ke lokasi tersebut bersama dengan dua rekannya dan kembali cekcok dengan pengunjung yang sama.
Untuk menghindari cekcok semakin besar, pemilik cafe langsung meminta Rudi pulang dan ia menutup cafe tersebut.
Lalu, sekira pukul 01.00 WIB, Rudi kembali ke rumah untuk menemui Herman Napitupulu dan Tian Parhusip untuk memberitahu jika adik dari Herman telah dikeroyok oleh orang.
Kemudian, ketiganya berangkat ke cafe tersebut untuk menemui adik dari Herman Napitupulu.
Namun, sebelum tiba di lokasi yang dimaksud mereka melihat Iwan Napitupulu dalam keadaan terluka dan langsung membawanya ke RSU Kabanjahe untuk mendapatkan pengobatan.
Setibanya di RSU Kabanjahe, mereka langsung membawa Iwan ke IGD untuk mendapatkan pertolongan.
Tak berselang lama, datang sekelompok orang ke lokasi tempat Rudi dan rekannya berada dan langsung melakukan penyerangan.
Atas aksi yang dilakukan oleh sekelompok OTK tersebut, Rudi dan rekanannya menderita sejumlah luka bacok.
Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar. Korbannya lima orang, dan menderita sejumlah luka," ujar Yustinus, saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2020) malam.
Yustinus menjelaskan, saat ini kasusnya masih dalam tahap penyidikan.
"Masih lidik. Nanti kita informasikan," lanjutnya. (Rls)
