Wali Kota Tebingtinggi dan Universitas Insania Bahas Rencana MoU untuk Tingkatkan Indeks SDM

Notification

×

Wali Kota Tebingtinggi dan Universitas Insania Bahas Rencana MoU untuk Tingkatkan Indeks SDM

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:56 WIB Last Updated 2026-06-25T15:59:45Z
Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih dan Perwakilan Universitas Insania Sumatera Utara Fiki Pardede.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan perguruan tinggi lokal.

Hal tersebut disampaikan Irdian saat menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari jajaran akademika Universitas Insania Sumatera Utara di Kantor Wali Kota, Kamis (25/6/2026).

Dalam pertemuan yang berfokus pada pembahasan draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut, Irdian menekankan pentingnya kontribusi timbal balik antara institusi pendidikan dan masyarakat, khususnya bagi kalangan yang kurang mampu secara ekonomi.

"Pemerintah daerah hanya minta kerja sama, ada juga beasiswa bantuan dan bagian bagi yang tidak mampu. Jadi, menggratiskan bagi yang tidak mampu," ujarnya.

Irdian berharap, melalui sinkronisasi draf MoU yang sedang disusun, kolaborasi ini dapat segera diimplementasikan secara nyata demi mendongkrak indeks pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Tebingtinggi.

Sebelumnya, Perwakilan Universitas Insania Sumatera Utara Fiki Pardede menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah yang sangat strategis bagi kedua belah pihak.

Universitas Insania, yang berdiri sejak tahun 2024, saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi bertaraf universitas di Kota Tebingtinggi dengan jumlah mahasiswa sekitar 600 orang dan didukung oleh 70 dosen.

"MoU ini sangat membantu untuk peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Salah satu syaratnya adalah adanya kerja sama dengan stakeholder, dalam hal ini pemerintah daerah," ujar Fiki Pardede.

Fiki menambahkan, keberadaan Universitas Insania diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan indeks SDM di Kota Tebingtinggi melalui program Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meski demikian, dia tidak menampik adanya tantangan operasional, seperti belum tersedianya gedung permanen karena usia kampus yang masih relatif muda.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi Muhammad Denni Saragih menyampaikan usulan mengenai peluang kerja sama terkait program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program ini dinilai strategis untuk memfasilitasi para pegawai negeri, tenaga honorer, maupun pegawai PPPK paruh waktu di lingkungan Pemko Tebingtinggi yang mayoritas masih berpendidikan setingkat SMA, agar dapat melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1) dengan konversi waktu yang lebih efisien.

Menanggapi usulan tersebut, Fiki Pardede menjelaskan bahwa Universitas Insania saat ini belum dapat menyelenggarakan program RPL.

Hal ini dikarenakan adanya batasan regulasi usia institusi serta syarat kepemilikan akreditasi "Unggul" yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Meski demikian, pihak universitas menyatakan kesiapannya untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan teknis perkuliahan bagi para pegawai Pemko yang memiliki keterbatasan waktu kerja di masa mendatang.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk segera melakukan koordinasi teknis lanjutan secara intensif guna mematangkan poin-poin kesepahaman dalam draf MoU sebelum ditandatangani secara resmi. (Red)
×
Berita Terbaru Update