Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua, Nico Septian: Jangan Biarkan Keadilan Padam

Notification

×

Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua, Nico Septian: Jangan Biarkan Keadilan Padam

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:45 WIB Last Updated 2026-06-26T16:45:19Z

 


Medan (Kliik.id) – Kematian Aknis Jance Zebua hingga hari ini masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Berbulan-bulan telah berlalu, puluhan saksi telah dimintai keterangan, bahkan jumlahnya disebut mencapai 53 orang dari satu desa. Namun, kepastian hukum yang dinantikan keluarga dan masyarakat belum juga terlihat secara terang.


Nico Septian Butar Butar menegaskan bahwa Aknis Jance Zebua bukanlah orang lain. Ia adalah saudara kita, anak bangsa yang berhak mendapatkan keadilan. Karena itu, masyarakat tidak boleh memilih diam ketika ada dugaan lambannya penanganan suatu perkara yang menyangkut nyawa seseorang.


"Apakah kita harus diam ketika saudara kita meninggal dan keadilan belum juga menemukan jalannya? Aknis Jance Zebua adalah saudara kita. Perjuangan mencari kebenaran bukan hanya tugas keluarga, tetapi tugas seluruh masyarakat yang masih memiliki nurani," tegas Nico.


Menurutnya, rentang waktu yang panjang dalam proses penyelidikan menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penanganan perkara tersebut. Jika memang puluhan saksi telah diperiksa, maka masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan kasus dan apa langkah konkret yang telah dilakukan aparat penegak hukum.


"Kami menilai kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius yang harus menjadi perhatian. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum. Negara harus hadir dan memastikan keadilan tidak berhenti pada pemeriksaan saksi semata," ujarnya.


Untuk itu, Nico mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, dan warga Sumatera Utara untuk turut hadir dalam Aksi 1000 Lilin sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan moral agar kasus ini mendapat perhatian serius.


"Aksi ini bukan soal suku, agama, ras, ataupun golongan. Ini adalah panggilan kemanusiaan. Kita menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan. Jangan biarkan perjuangan keluarga Aknis berjalan sendiri," katanya.


Nico juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa masyarakat masih mengawasi dan menginginkan transparansi dalam penegakan hukum.


"Ketika keadilan terasa sulit didapat, maka suara rakyat tidak boleh dibungkam. Mari kita tunjukkan bahwa masih ada kepedulian, masih ada solidaritas, dan masih ada keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Aknis Jance Zebua adalah saudara kita. Keadilan untuk Aknis adalah keadilan untuk kita semua."


Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua akan digelar di Bundaran SIB, Kota Medan, hari Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 19.00 WIB – Selesai. (ril) 

×
Berita Terbaru Update