Mayat Pria ODGJ Ditemukan di Depan Rumah Kosong, Polres Sergai: Tak Ada Tanda Kekerasan

Notification

×

Mayat Pria ODGJ Ditemukan di Depan Rumah Kosong, Polres Sergai: Tak Ada Tanda Kekerasan

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:23 WIB Last Updated 2026-05-15T17:30:59Z
Warga Dusun I, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menemukan mayat pria di depan sebuah rumah kosong pada Jumat (15/5/2026) pagi.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - 
Warga Dusun I, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mendadak geger atas penemuan sesosok mayat pria di depan sebuah rumah kosong pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Dapot Sihombing (35), warga Dusun I, Desa Damak Tolong Buho, Kecamatan Bintang Bayu.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Salim (70), seorang penjaga malam setempat pada sekira pukul 06.30 WIB dalam posisi telungkup dan sudah kaku.

Kapolsek Dolok Masihul AKP Inja V Kaban menjelaskan setelah menerima laporan, personil Polsek Dolok Masihul bersama Unit Inafis Sat Reskrim Polres Sergai langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh tim Inafis yang didampingi bidan desa dan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di kantong baju korban juga ditemukan uang tunai senilai Rp 46.000," ujar AKP Inja.

Dari keterangan saksi di lokasi, korban diketahui sudah sekitar satu minggu berada di area tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga korban yang hadir di TKP mengonfirmasi bahwa Dapot telah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 10 tahun dan telah meninggalkan rumah sejak 4 tahun silam.

Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Bringin mengatakan petugas sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi.

Pada sekira pukul 13.00 WIB, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka di Desa Damak Tolong Buho menggunakan ambulans Desa Pulau Gambar.

Setelah dilakukan koordinasi, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi.

"Pihak keluarga yang diwakili oleh Petrus Manulang telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai untuk tidak dilakukan autopsi. Mereka mengaku ikhlas dan meminta jenazah segera dibawa pulang untuk proses pemakaman," ujar Bringin. (Red)
×
Berita Terbaru Update