![]() |
| Sekda Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut Parlindungan. |
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang utama Wali Kota lantai IV, Gedung Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Sekda didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sri Imbang Jaya Putra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tora Daeng Masaro dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Tebingtinggi Syahdama Yanto.
Audiensi berlangsung hangat dengan diskusi terbuka mengenai peluang pembangunan Kantor Imigrasi di Kota Tebingtinggi.
Dalam arahannya, Erwin menilai kehadiran layanan imigrasi di daerah akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam hal kemudahan pelayanan administrasi, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Efek dominonya sangat positif. Kehadiran layanan imigrasi akan mempermudah masyarakat, sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Erwin juga menekankan kemudahan akses dalam pembuatan paspor dan layanan keimigrasian lainnya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik untuk keperluan ibadah maupun wisata, termasuk wisata rohani dari berbagai kalangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut Parlindungan menyampaikan audiensi tersebut bertujuan untuk meminta dukungan Pemerintah Kota Tebingtinggi terkait rencana pembangunan Kantor Imigrasi di wilayah tersebut.
Menurutnya, kebutuhan akan kantor imigrasi di Tebingtinggi semakin mendesak, mengingat tingginya jumlah permohonan paspor serta luasnya jangkauan pelayanan yang saat ini masih terpusat di kota lain, seperti Medan.
"Kami melihat potensi besar di Tebingtinggi, baik dari sisi pelayanan masyarakat maupun peluang investasi. Dengan adanya kantor imigrasi, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengurus dokumen keimigrasian," jelasnya.
Parlindungan menambahkan, dalam tiga tahun terakhir jumlah pemohon paspor dari wilayah sekitar menunjukkan peningkatan signifikan.
Hal ini turut berdampak pada sektor ekonomi, seperti perhotelan, kuliner, hingga perdagangan.
Lebih lanjut, pihak Imigrasi juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap keberadaan orang asing serta peningkatan layanan berbasis digital yang terus dikembangkan.
Kehadiran kantor imigrasi di daerah dinilai akan memperkuat fungsi pengawasan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Terkait langkah konkret, Parlindungan menyebutkan bahwa pihaknya akan mengusulkan pembentukan kantor imigrasi kepada pemerintah pusat setelah memperoleh dukungan resmi dari Pemerintah Kota Tebingtinggi.
"Harapan kami, jika dukungan pemerintah daerah sudah ada, usulan dapat segera kami sampaikan ke kementerian terkait, sehingga pembentukan kantor dapat disetujui dan mulai operasional pada tahun mendatang," ungkapnya.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak imigrasi dalam merealisasikan pembangunan Kantor Imigrasi di Kota Tebingtinggi, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)
