Notification

×

Pantai Wisma Wisata Bahari Makan Korban, Bocah 8 Tahun Tewas—Kelalaian Pengelola Disorot Keras

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:50 WIB Last Updated 2026-03-29T03:00:23Z


Simalungun, Parapat (KLIIK.ID) – Tragedi tenggelamnya bocah 8 tahun di Pantai Wisma Bahari, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa ini diduga kuat sebagai akibat kelalaian serius dalam pengelolaan keselamatan wisata.


Korban SSNA (8), warga Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain air di kawasan pantai yang notabene merupakan destinasi wisata berbayar.


Saksi mata menyebutkan, korban sempat terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang ke dasar air. Ironisnya, tidak ada satu pun petugas yang sigap melakukan penyelamatan.


“Korban sempat minta tolong, tapi tidak ada penjaga. Semua pengunjung panik dan mencari sendiri,” ungkap seorang saksi.


Fakta di lapangan semakin memprihatinkan. Pengunjung yang membayar tiket masuk Rp15.000 per orang justru tidak mendapatkan jaminan keselamatan dasar. Tidak tersedia lifeguard, tidak ada pelampung, bahkan tidak ditemukan jaring pembatas di area rawan.


Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa pengelola lebih mengutamakan pemasukan dibanding keselamatan pengunjung.


Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh warga dan langsung dilarikan ke RSUD Parapat. Namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolsek Parapat, Mantho Pandiangan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dari hasil olah TKP ditemukan berbagai kelalaian fatal.

“Tidak ada jaring pembatas, tidak ada pelampung, dan tidak ditemukan petugas pengawas di lokasi. Ini sangat berisiko,” tegasnya.


Tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh pengelola wisata di kawasan Parapat. Kelalaian seperti ini tidak bisa lagi ditoleransi.


Jika pengelola tetap abai terhadap standar keselamatan, maka bukan tidak mungkin korban berikutnya akan kembali jatuh.


Sebab dalam industri pariwisata, keselamatan bukan pilihan—melainkan kewajiban mutlak.(Frens)

×
Berita Terbaru Update