Notification

×

Ribuan Warga Kota Tebingtinggi Ikuti Doa dan Dzikir Bersama

Senin, 16 Februari 2026 | 23:29 WIB Last Updated 2026-02-17T07:14:18Z
Ribuan warga masyarakat Kota Tebingtinggi mengikuti acara Doa dan Dzikir Bersama Sekaligus Punggahan Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin malam (16/2/2026) di lapangan Merdeka, Jalan Sutomo.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Ribuan warga masyarakat Kota Tebingtinggi mengikuti acara Doa dan Dzikir Bersama Sekaligus Punggahan Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin malam (16/2/2026) di lapangan Merdeka, Jalan Sutomo.

Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi tersebut dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Erwin Suheri Damanik dan Ketua TP PKK Kota Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih.

Melalui kesempatan ini, Irdian berpesan kepada warga, khususnya di Kota Tebingtinggi, untuk terus menebar kebaikan serta tidak mudah terprovokasi.

"Mari bersama kita memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan dalam menebar kebaikan dan terkhusus membangun Kota Tebingtinggi yang kita cintai," ujarnya.

Irdian juga berharap terjalinnya sinergi dan kolaborasi, yang mana pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.

"Saya hanya manusia biasa, tidak mampu membangun Kota Tebingtinggi tanpa dukungan dan doa bapak, ibu sekalian. Saya berharap kita kolaborasi dan sinergi," katanya.

Permohonan maaf tak lupa disampaikan Irdian, kiranya selalu diberikan kekuatan, kesehatan dam umur panjang, dapat dipertemukan dalam kegiatan doa dan dzikir bersama sekaligus punggahan pada tahun yang akan datang.

"Saya memohon maaf, bila selama ini, dalam memberikan pelayanan seluruh jajaran pemerintahan, kurang baik. Sebentar lagi kita akan menjalankan ibadah puasa, saya juga mohon maaf selama ini atas ucapan, perbuatan dan memohon ampun kepada Allah SWT," ucap Irdian.

Dalam ceramahnya, Ustadz H. Hasbi Al Mawardi Lubis, menyampaikan bahwa puasa artinya menahan dari berperkara.

"Menjaga diri dari segala perbuatan jahat yang dapat menghilangkan pahala puasa. Apa contohnya? gibah, amarah/ emosional," ujar Ustadz Hasbi.

Turut hadir, Wakapolres Tebingtinggi Kompol Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapten Inf. PM. Simanjuntak dan Danyon Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, para Camat dan Lurah.

Selanjutnya, Kancab Bank Sumut Tebingtinggi Muhammad Fadil, Ketua DWP Kota Tebingtinggi Ny. Afrida Erwin Suheri Damanik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan dan masyarakat se-Kota Tebingtinggi. (Red)
×
Berita Terbaru Update